
BLORA, suaramerdeka.com - Puluhan pelaku usaha baik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) serta Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dan Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS) mengikuti workshop kesehatan KSP/USP/KJKS/UJKS di Aula Dekopin, Selasa (22/11).
"Ada 25 peserta dari KSP/USP/KJKS/UJKS yang ikut dalam kegiatan workshop yang digelar selama sehari ini," kata Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop), Eddy Sumaryanto.
Totok Muhartoyo dari Disperindagkop dan UMKM Blora, mengupas materi tentang manfaat penilaian kesehatan KSP/USP, sedang Taufiq Hidayat dari CV Global Intisar, Klaten, membawakan materi penilaian kesehan KJKS/UJKS.
Totok Muhartoyo mengutarakan, KSP/USP adalah koperasi yang melakukan kegiatan usaha penghimpunan dan penyaluran dana dari dan untuk anggota, calon anggota, koperasi lain, dan atau anggotanya. "Untuk itu KSP/USP harus dikelola secara profesional dengan prinsip kehati-hatian."
Mengenai kesehatan KSP/USP, katanya, bertujuan untuk meningkatkan kinerjanya. "Dengan kesehatan KSP/USP, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat."
Sehatnya lembaga koperasi berbasis syari'ah, yakni KJKS/UJKS, juga hal yang sangat mutlak diwujudkan. "Sebagai koperasi yang kegiatannya di sektor pembiayaan, investasi dan simpanan dengan pola syari'ah, sudah tentu harus dikelola secara profesional," ujar Taufiq Hidayat.
Dia menjelaskan, ada empat kategori dalam penilaian di bidang kesehatan koperasi simpan pinjam ini, yaitu sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat. "Kesehatan KJKS/UJKS ini sangat penting untuk menilai sebuah lembaga di sektor pembiayaan ini. Untuk itulah pemerintah melakukan pengaturan, pengawasan dan penilaian kesehatan KJKS/UJKS ini," ungkapnya.
( Rosidi / CN31 / JBSM )