panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 November 2011 | 22:00 wib
UMP DIY Rp 892.660, Buruh Kecewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kalangan buruh Yogyakarta, kecewa terhadap keputusan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menetapkan Upah Minimum Propinsi (UMP) 2012 sebesar Rp 892.660.

Upah tersebut dianggap rendah dan tidak sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) buruh di Yogyakarta. Besaran UMP  2012 tersebut, masih di bawah harapan buruh Yogyakarta. ''Kami tidak sependapat dengan besaran UMP 2012 yang masih di bawah Rp 900.000,'' kata Kirnadi, Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), Senin (21/11).

Pasalnya, lanjut dia, jelang penetapan UMP tersebut, pihaknya sempat menemui gubernur untuk memberikan masukan. Ketika itu, Sultan diakui cukup merespon dan akan mengusahakan besaran UMP bisa mencapai Rp 900 ribu sampai Rp 950 ribu, yang akan disesuaikan dengan bupati dan walikota. Tetapi kenyataannya keputusannya justru masih di bawah Rp 900 ribu. Untuk itu, pihaknya kecewa terhadap keputuan tersebut. ''Jelas kami sebagai buruh sangat kecewa,'' katanya menjelaskan.

Kepala Disnakertrans DIY, Untung Sukaryadi optimis jika UMP 2012 yang telah ditetapkan ini tidak akan berdampak terhadap gejolak ekonomi ataupun kondusifitas perusahaan. Dasar pertimbangan tersebut dilihat pula dari perbandingan besaran UMP di wilayah lain yang dekat dengan DIY. "Nilai ini sudah cukup sesuai dengan tingkat kebutuhan seorang buruh,'' katanya.

Sebelumnya di Kepatihan, Pemprov DIY, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar audiensi bersama dewan pengupahan serta bupati dan walikota se DIY mengumumkan, Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY untuk tahun 2012 akhirnya ditetapkan sebesar Rp 892.660.

Menurut Sultan, jumlah besaran upah yang ditetapkan tersebut sudah dianggap proporsional dan sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) masyarakat DIY. Penetapan UMP 2012 sendiri telah menggunakan penghitungan survey secara tripatrid (perusahaan, pekerja dan pemerintah) serta disesuaikan dengan perkiraan inflasi 2012. "Kita sudah proporsional. Inflasi sudah dihitung di tahun 2012 sehingga jumlah UMP Rp 892.660. Dasar pertimbangan adalah inflasi 2011-2012 yang kita perkirakan 4,68 persen," ujar Sultan.

Dikatakan Sultan, penetapan UMP 2012 ini merupakan masa peralihan dengan harapan pada tahun 2013 nanti, kabupaten dan kota sendiri yang akan memutuskan. Sultan memastikan jika besaran UMP yang ditetapkan telah diperhitungkan berdasarkan kebutuhan hidup sampai lebih dari 103 persen.

Nilai lebih tinggi yang dimaksud Sultan, yakni lebih besar dari jumlah UMP yang diajukan dewan pengupahan sebesar Rp 873.845 dan dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) sebesar Rp 885.000. UMP 2012 yang ditetapkan sendiri telah dinaikkan sebanyak 10,47 persen dari UMP 2011 sebesar Rp 808.000. "Kita tetapkan Rp 892.660 kan berarti sudah dihitung. Kalau Rp 873.845 (usulan dewan pengupahan) dianggap 100 persen biaya hidup, nanti kalau 2012 ada inflasi 4 persen berarti kan hanya 96 persen biaya hidup," tutur Sultan.

Sultan sendiri yakin jika penetapan UMP DIY 2012 ini tidak akan menimbulkan gejolak berarti. Meskipun Sultan tidak memungkiri jika rata-rata kepala daerah memang mengajukan nilai yang berbeda.

( Sugiarto / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15339
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16242
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16006
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18575
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15486
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER