
KUDUS, suaramerdeka.com - Hingga saat ini ratusan kepala keluarga calon transmigran asal Kota Keretek masih menunggu dan berharap untuk dapat segera diberangkatkan ke lokasi tujuan. Hanya saja, seperti halnya penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini kuota yang ditetapkan hanya 10 kepala keluarga (KK).
Kadinsosnakertrans, Noor Yasin didampingi Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Arief Budi Siswanto menyatakan, pihaknya sudah berulangkali mengusulkan kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah terkait penambahan kuota. Namun begitu, sejauh ini harapkan tersebut belum dapat direalisasikan. "Ini terkait dengan persoalan keterbatasan dana," jelasnya, Jumat (18/11).
Berdasarkan data yang dihimpun hingga awal bulan ini, tercatat 135 KK yang sudah masuk daftar tunggu. Mereka sebagian merupakan calon transmigran yang sudah mendaftar tahun sebelumnya. Hanya saja, karena keterbatasan kuota terpaksa harus menunggu hingga gilirannya datang. "Awal pekan ini bahkan ada empat kepala keluarga yang mendaftar lagi," jelasnya.
Bila tidak ada perubahan agenda, pada Senin (21/11), 10 KK calon transmigran asal Kudus akan diberangkatkan ke Semarang. Mereka akan mendapatkan pelatihan dari tim provinsi bersama calon transmigran dari daerah lainnya. Adapun untuk pemberangkatan ke lokasi tujuan direncanakan pada 30 November 2011.
Sementara kesepakatan antardaerah (KSAD), diharapkan dapat dituntaskan pada 5 Desember mendatang. Secara prinsip Arief menilai tidak ada perosoalan terkait hal itu, karena hanya menunggu proses penyerahan saja. "Menurut rencana jadwalnya memang seperti itu," ungkapnya.
Adapun daerah tujuan tahun ini yakni Tanjung Aur II, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Pada saat keberangkatan ke ''tanah harapan'', masing-masing peserta akan diberi bantuan Rp 3 juta. Dana tersebut berasal dari pemerintah Kabupaten Kudus sendiri.
( Anton WH / CN26 / JBSM )