
Jakarta, CyberNews. Pakar Lingkungan Hidup Prof Dr Emil Salim memberikan peringatan bahwa timah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan habis pada tahun 2030 mendatang.
Peringatan Emil terkait dengan fakta-fakta di lapangan bahwa di daerah-daerah yang kaya hasil tambang, masih banyak kemiskinan, kebodohan dan kerusakan lingkungan yang parah yang berpotensi menimbulkan bencana.
"Kalau saat ini tidak kita beri 'warning' agar SDM di Babel ditingkatkan, obyek-obyek wisata dibangun sebagai mesin ekonomi, dan kerusakan alam harus dicegah, dengan reboisasi dan sebagainya, maka bila timah habis, rakyat Babel merana," kata Emil dalam acara diskusi Sosialisasi Fatwa MUI tentang Pertambangan Ramah Lingkungan di Lumire Hotel, siang ini, Selasa (15/11).
Menurut Emil, keadaan yang sama juga terjadi di Kalimantan, yang kini terjadi kerusakan alam, kerusakan hutan akibat penambangan besar-besar, dan masyarakat tetap saja miskin, karena batubara hanya dinikmati segelintir orang saja.
"Kalau keadaan tetap seperti ini, maka saya pertanyakan ke-Islaman segelintir orang yang menikmati uang besar ditengah kerusakan alam. Islam itu anti kemiskinan dan kebodohan, dan Islam itu membangun bukan membuat kehancuran, jadi kewajiban moral bagi umat Islam untuk mencegah kerusakan berbagai aspek kehidupan akibat penambangan besar-besaran," jelas Emil.
Menurut dia, pengalaman di Indonesia membuktikan bahwa pemuka agama lah yang berhasil menyelamatkan lingkungan hidup. Dia menyebutkan peran pemuka agama Hindu yang menyelamatkan Bali dari kehancuran, juga ulama Madura yang menyelamatkan Madura dari keinginan pemilik uang untuk membuka tambang.
"Saya hadir disini, karena butuh ulama, pemuka agama yang ada di negeri ini. Mereka masih efektif mencegah rakyat dari pengaruh orang-orang berduit yang punya hasrat mengeruk kekayaan alam, yang berpotensi merusak lingkungan," papar Emil.
( Hartono Harimurti / CN27 / JBSM )