
Solo, CyberNews. Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate dipandang sebagai peluang bagi sejumlah perusahaan pembiayaan. Mereka meyakini, penurunan ini akan menarik pelanggan untuk mengajukan kredit.
Kepala Cabang FIF Solo, Wahyudi Widihanto menguraikan, lazimnya penurunan BI rate akan diikuti dengan penurunan bunga kredit di lembaga pembiayaan. Namun demikian, pihaknya masih menunggu keputusan dari kantor pusat terkait berapa besar perubahan yang akan ditetapkan.
Bunga kredit pembiyaan di FIF, sudah diturunkan pada Oktober kemarin. Menyusul penurunan BI rate dari 6,75 persen menjadi 6,5 persen. "Untuk penurunan yang kedua pada November ini, kami belum mendapat kabar dari kantor pusat berapa perubahan bunga kredit," papar dia.
Dia memandang, penurunan bunga kredit sebenarnya tidak hanya dipengaruhi perubahan BI rate. Melainkan juga suku bunga kompetitor. Saat kompetitor ramai-ramai menurunkan bunga, tidak mungkin jika pihaknya bertahan dengan bunga yang tetap. Pelanggan, tentu akan lari ke kompetitor. Sayangnya, dia enggan membeberkan berapa kisaran bunga kredit di FIF.
"Dengan pembiayaan yang semakin murah, kami yakin penjualan bisa melebihi target. Sampai akhir bulan ini, kami optimistis masih bisa menjual 1.000 unit. Jika ditambah dengan cabang Palur, total penjualan bisa mencapai 1.800 unit," imbuh dia.
Hal senada juga disampaikan Bussiness Realtion Adira Finance Solo, Robby Oentoro. Bulan kemarin, bunga kredit barang elektronik di perusahaannya sudah diturunkan dari 2 persen menjadi 1,75 persen. "Besar kemungkinan penjualan akan naik karena penurunan bunga kredit. Namun, kami belum akan mengubah target penjualan," tuturnya.
Secara resmi, pihaknya belum menurunkan suku bunga kredit di pembiyaan. Kendati demikian, untuk menggenjot penjualan pada promo dan pameran di sejumlah toko elektronik, suku bunga sudah diturunkan.
Sementara itu, Kepala Cabang Bank BTN Solo, Hendratno menjelaskan suku bunga simpanan, deposito dan kredit komersil sudah diturunkan. Untuk kredit usaha, bunga masih dipertahankan, Bunga kredit ini diperkirakan baru bisa turun sekitar dua hingga tiga bulan lagi.
( Astuti Paramita / CN34 / JBSM )