
LEPAS BURUNG: Relawan Sahabat Alam (Salam) Merapi bersama Kompag Merapi dan Van Lith Care melepaskan burung ke hutan di TNGM. Pelepasan burung ini diharapkan akan mengembalikan ekosistem Gunung Merapi. (SM CyberNews/ MH Habib Shale
Dukun, CyberNews. Sebagian warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi kini bisa bernafas lega. Pasalnya, saluran air bersih dan saluran irigasi yang rusak akibat erupsi dan banjir lahar dingin kembali berfungsi.
Penanggungjawab Van Lith Care Broder Suwarto mengatakan, pihaknya melakukan rehabilitasi saluran air bersih, perbaikan dan pembangunan irigasi di tiga tempat. Yaitu di Dusun Bandung, Desa Paten serta Dusun Sempon dan Dusun Wates di Desa Wates. Kedua desa tersebut terletak di lereng Merapi wilayah Kecamatan Srumbung.
Menurut Suwarto, rehabilitasi saluran air ini dilakukan selama tiga bulan, melalui kerja sama antara Van Lith Care, relawan Kompag Merapi, serta Bank Internasional Indonesia (BII) selaku penyandang dana.
"Masyarakat lereng Merapi sangat membutuhkan air bersih dan irigasi agar bisa kembali bangkit. Pelaksanaan di lapangan kami serahkan ke warga sebagai bentuk keterlibatan dan partisipasi warga," kata dia.
Koordinator Tim Val Lith Goro Hendratmoko mengatakan, pihaknya juga melakukan reboisasi dan pelepasan burung ke hutan Taman Nasional Gunung Merapi. Pelepasan burung ini bekerjasama dengan LSM Sahabat Alam (Salam) Merapi.
Dikatakan, reboisasi rencananya akan dilakukan di kawasan hutan di sekitar Pos Babadan. Namun karena jalan menuju Pos Babadan putus total maka penanaman pohon dilakukan di pekarangan rumah-rumah warga.
"Reboisasi kita tunda sambil menunggu koordinasi dengan pihak terkait serta menyesuaikan kondisi alam dan cuaca. Untuk sementara kita ganti dengan penanaman pohon buah-buahan di pekarangan rumah warga," kata Goro.
Sementara itu, Direktur BII Rita Mirasari mengatakan rehabilitasi dampak Merapi ini sejalan dengan program CSR ’BII Berbagi’ yang diantaranya fokus di bidang lingkungan dan kemasyarakatan.
Disebutkan bahwa dana pembangunan berasal dari BII, beserta nasabah dan karyawan BII yang memberikan donasi melalui Pundi Emas BII Berbagi.
"Kami juga menurunkan 100 karyawan BII untuk menanam 10.000 bibit pohon di kawasan tersebut. Aktivitas ini juga mengaktualisasikan komitmen karyawan BII untuk melakukan pelestarian lingkungan dengan konsep 1 karyawan 1 pohon," kata dia.
Dalam kesempatan ini juga diserahterimakan bantuan kepada relawan Kompag Merapi berupa perangkat komunikasi RPU atau radio Pancar Ulang. Perangkat ini digunakan dalam pemantauan banjir lahar dingin maupun erupsi Gunung Merapi.
( MH Habib Shaleh / CN33 / JBSM )