panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 November 2011 | 14:35 wib
2012, UNS Sediakan Dana Penelitian Rp 35 Miliar


Solo, CyberNews.
UNS meningkatkan dana penelitian bagi para dosen. Tahun 2012, disediakan dana paling tidak sekitar Rp 35 miliar untuk mendanai berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Ada dana hibah berupa block grant dari Dirjen Dikti Kemdiknas sebesar Rp 3,3 miliar untuk penelitian yang difokuskan dan diharuskan menghasilkan publikasi internasional," kata Rektor Prof Ravik Karsidi, Kamis (10/11).

Didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Prof Sunardi mengatakan, yang terbesar adalah dana yang diambil dari anggaran operasional UNS sendiri. Besarnya Rp 28 miliar atau 10% dari anggaran PNBP (penerimaan Negara buka ajak).

"Selain itu ada dana hibah lain dari BPPT, LIPI, dan lembaga lainnya yang diperkirakan masih miliaran rupiah. Karena total paling tidak tersedia Rp 35 miliar. Jadi sangat besar, dengan harapan out put yang dihasilkan juga maksimal," kata dia.

Untuk dana Dirjen Dikti, fokusnya pada tiga masalah. Yaitu perubahan iklim dan keanekaragaman hayati, energy baru dan terbarukan, serta ketahanan dan ketersediaan pangan. Adapun dana dari anggaran UNS difokuskan pada 11 skim pendanaan. Antara lain untuk membantu peningkatan kerja sama dan publikasi internasional dengan plafon Rp 150 juta/penelitian.

Penelitian dosen yang  mengambil Pascasarjana Rp 75 juta/dosen, hibah bersaing Rp 45 juta. Juga penelitian bagi dosen muda Rp 25 juta, peningkatan kerjasama dan pengembangan wilayah Rp 50 juta, pengembangan kewirausahaan mahasiswa Rp 75 juta, pengembangan produk ekspor Rp 75 juta, pengembangan usaha kampus Rp 50 juta, dan pemberdayaan masyarakat melalui mahasiswa KKN Rp 15 juta/kelompok.

"Tidak hanya itu, kami memberikan bantuan dana hibah kepada para guru besar agar tetap melakukan penelitian, sebesar Rp 30 juta/orang. Diharapkan dengan dana itu, mereka masih tetap semangat meneliti, atau menulis buku, artikel, dan menularkan gagasannya lewat jurnal ilmiah," kata Prof Ravik.

Dengan dana yang cukup besar itu, harapannya UNS semakin banyak mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal internasional. Sebab selama tahun 2010 lalu, karya dosen UNS yang masuk dan dicatat dalam Scopus, lembaga yang mengkoleksi karya penelitian dosen se dunia, hanya 34 buah.

"Tentu target kami, paling tidak akan meningkat 400% atau lebih dari 100 karya yang masuk di Scopus. Sebab sekarang, setiap dosen mendapatkan anggaran Rp 18 juta. Bandingkan dengan sebelumnya yang hanya Rp 3 juta. Jadi cukup signifikan kenaikannya, sehingga wajar kalau kami juga berharap banyak," katanya.

Ravik berharap, tim LPPM akan melakukan seleksi ketat terhadap proposal yang diajukan, agar betul-betul penelitian yang berkualitas dan bisa lolos di jurnal internasional yang didanai.

( Joko Dwi Hastanto / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 23:55 wib
Dibaca: 214
26 Mei 2012 | 23:42 wib
Dibaca: 192
26 Mei 2012 | 23:28 wib
Dibaca: 187
26 Mei 2012 | 23:14 wib
Dibaca: 183
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER