panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 November 2011 | 18:56 wib
Perusahaan Go Public Masih Minim


Jakarta, CyberNews. Kementerian Keuangan menyoroti minimnya perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tahun ini. Padahal krisis global yang membuat pasar global lesu bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak instrumen investasi di pasar modal.

"Kita kurang berhasil memanfaatkan krisis sehingga tidak cukup mendorong. Jadi tahun depan, BUMN atau private (swasta) bisa jadi kesempatan," kata Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar di Jakarta, Rabu (9/11).

Dia menyatakan perusahaan di Indonesia baik BUMN ataupun korporasi swasta masih sedikit yang melakukan IPO. Menurut dia, dengan potensi krisis global, bisa dimanfaatkan oleh perusahaan dalam negeri. Di mana ada arus modal yang masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia yang memunculkan instrumen-instrumen investasi baru. "Pada level mikro, perusahaan yang IPO memprihatinkan," kata dia.

Mahendra menilai meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik namun Indonesia tidak perlu terlalu berbangga. Pasalnya, saham-saham yang ditransaksikan minim artinya saham-saham yang cukup likuid dalam perdagangan harian. "Akan sulit membanggakan indeks saham, tapi subsatansinya tidak keliatan," cetusnya.

Mahendra menyatakan Indonesia harus memperbaiki fundamental, seperti transparansi dan reformasi regulasi yang terkait dengan pasar modal. "Kami perlu yang fundamental. Jangan hanya membicarakan insentif-insentif. Karena nanti ini hanya jadi sekedar kosmetik," ungkap dia.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengakui masih rendahnya minat korporasi untuk IPO. Bapepam-LK selaku regulator pasar saham Indonesia memohon BUMN lebih banyak listing di BEI pada masa mendatang. "Hingga September, baru 15 IPO. Perkembangannya memang tidak signifikan," jelas Ketua Bapepam-LK, Nurhaida.

Menurutnya, IPO yang minim pada tahun ini juga dipengaruhi oleh kondisi global yang masih belum menentu. Bahkan ada calon emiten yang menunda rencana IPO mereka hingga tahun depan, menunggu pasar membaik. Bapepam LK meminta BUMN melakukan IPO sebagai salah satu upaya yang efektif. Pasalnya, BUMN listed terbukti menarik minat investor dalam pembelian saham.

Sampai Oktober 2011, nilai emisi IPO baru mencapai Rp 12,84 triliun. Nilai emisi dalam empat tahun ke belakang sangat variatif, di mana di 2010 emisi IPO berada di level Rp 29,77 triliun.

( Kartika Runiasari / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 25460
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 27119
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 26815
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 30254
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 26064
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER