
Jakarta, CyberNews. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta, Rabu (9/11) pagi, bergerak menguat ke posisi Rp 8.890 atau naik 25 poin dibanding sebelumnya Rp 8.915.
"Sebagian mata uang Asia menguat terhadap dolar AS termasuk rupiah pada pagi ini," kata analis pasar uang dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu (9/11).
Ia menambahkan, pasar saham global juga bergerak dalam area positif, sehingga memberi potensi penguatan pada pasar Asia hari ini. "Kami perkirakan rupiah mendapat sentimen dari positifnya pasar saham sehingga akan menguat, bergerak dikisaran antara Rp 8.890 s.d Rp 8.920 per dolar AS pada perdagangan hari ini," katanya.
Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Inonesia pada kuartal tiga 2011 juga mencatat kenaikan sebesar 6,5 persen yoy. "Pertumbuhan ekonomi terlihat dari komponen pengeluaran, sumber pertumbuhan terutama berasal dari ekspor barang dan jasa, diikuti oleh konsumsi masyarakat dan investasi," katanya.
Sedangkan pengeluaran pemerintah, lanjut dia, hanya memberikan sebesar 0,2 persen dari realisasi pertumbuhan 6,5 persen itu. Sedangkan dari komponen produksi, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran.
"Dengan realisasi ini, target pertumbuhan ekonomi 2011 sebagaimana asumsi APBNP 2011 kemungkinan akan meleset tipis menjadi 6,4-6,5 persen dari target 6,6 persen, namun tidak merubah fundamental ekonomi yang berarti," ujarnya.
( Ant / CN31 )