
Blora, CyberNews. Minat warga Blora untuk mengikuti program transmigrasi cukup tinggi. Hanya saja kuota yang diberikan pemerintah pusat belum sebanding dengan minat warga tersebut. Setidaknya hingga kini terdapat sekitar 225 kepala keluarga (KK) di Blora yang masuk ''Daftar Tunggu'' transmigrasi. Sementara setiap tahun Blora hanya mendapatkan kuota pemberangkatan transmigran rata-rata sebanyak 20 KK.
''Berapa banyak KK yang berangkat transmigrasi setiap tahun bukan kami yang menentukan, tapi pemerintah pusat melalui pemprov Jateng. Berapa kuota yang diberikan, itu yang kami penuhi,'' ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Blora, Winarno, melalui Kepala Bidang Penempatan dan Transmigrasi, Joko Hartoyo, Selasa (8/11).
Dia mengatakan pemberangkatan para transmigran selama ini kerap dilakukan pada akhir tahun. Hartoyo mencontohkan sebanyak 37 orang warga Blora pada Senin (7/11) diberangkatkan menuju daerah transmigrasi di Kabupaten Lamado Kalimantan Tengah. Namun sebelum ke Lamado, 37 warga yang terdiri dari 10 KK itu terlebih dahulu transit di Semarang untuk bergabung dengan transmigran lainnya dari sejumlah kabupaten di Jateng. ‘’Di Semarang, para transmigran itu mengikuti pembekalan termasuk pelatihan keterampilan,’’ tandasnya.
Para transmigran asal Blora itu antara lain berasal dari beberapa desa di Kecamatan Randublatung dan Kradenan. Seperti Desa Ngliron dan Desa Sumber. Menurut Joko Hartoyo, warga yang mengikuti transmigrasi umum tersebut akan mendapat dua hektar lahan di Kabupaten Lamado.
Yakni setengah hektar untuk rumah dan pekarangan, setengah hektar untuk usaha awal dan satu hektar lahan bagi usaha berikutnya. ‘’Lahan satu hektar pertama (untuk rumah, pekarang dan usaha awal) sudah dipersiapkan. Sedangkan yang satu hektar lagi para transmigran yang akan membenahinya,’’ ucapnya.
Bukan hanya itu, para transmigran memperoleh bantuan jaminan hidup selama setahun dari pemerintah. ‘’Lahan di sana cukup produktif dan subur, cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Tanaman padi juga bisa tumbuh subur. Saya pernah datang ke sana,’’ tandasnya.
Dia mengharapkan para transmigran asal Blora betah dan berhasil di daerah yang dituju. ‘’Kami percaya, warga Blora mempunyai etos kerja tinggi. Mereka akan berusaha dengan sungguh-sungguh di lokasi transmigrasi,’’ katanya.
( Abdul Muiz / CN34 / JBSM )