
Semarang, CyberNews. Lebih dari 500 pendaftar program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM 3T) tereliminasi sehingga tidak bisa mengikuti seleksi pada tahap selanjutnya.
Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Unnes Agus Wahyudin mengemukakan hal itu di sela-sela pemantauan tes tulis pendaftar program itu, Senin (7/11), di kampus Sekaran.
''Dari 1.185 pendaftar, hanya 594 orang yang akhirnya bisa mengikuti tes tulis. Tes terdiri atas tes potensi akademik dan kemampuan program studi,'' kata penanggung jawab program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia dari Unnes itu.
Pada tahap pertama, berdasarkan data yang dituliskan oleh para pendaftar, dari 1.185 pendaftar, hanya 914 orang yang memenuhi ketentuan. Beberapa hal yang membuat mereka tereliminasi, yakni program studi yang tidak terakreditasi, sudah menikah, dan berasal dari program studi yang tidak dibutuhkan oleh daerah sasaran.
Selanjutnya, kata Agus, panitia akan mengumumkan nama-nama yang lolos tes tulis pada Selasa, 8 November 2011 melalui http://majubersama.unnes.ac.id. Mereka yang lolos wajib mengikuti tes wawancara sekaligus untuk verifikasi berkas pendaftaran mereka.
Sedangkan wawancara akan berlangsung di gedung B6 FBS kampus Sekaran. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tahun ini Unnes merekrut 350 sarjana kependidikan untuk mengajar di berbagai pelosok Nusantara. Selama setahun mereka mengabdi dan setelah itu akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah.
SM-3T merupakan bagian dari program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Program lainnya, S1 Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan (S1 KKT). Program ini, selain untuk meningkatkan mutu pendidikan, juga untuk mengurangi mismatch guru dalam mengajar.
''Tak bisa dipungkiri, hingga kini banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Ini tentu tidak bisa dibiarkan. S1 KKT merupakan salah satu upaya untuk mengatasi hal itu,'' tandas Agus.