
Pati, CyberNews. Merebaknya isu seks bebas di kalangan remaja, butuh upaya penanganan secara dini. Tak terkecuali di Kabupaten Pati.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Nasional (LBH AN) Kabupaten Pati Maskuri SH menyakini, tak sedikit remaja di Pati yang telah terjerumus dalam perilaku negatif tersebut. Tak hanya di ruang tertutup, parahnya perilaku negatif itu juga biasa dilakukan oleh pasangan remaja atau muda-mudi di raung publik.
"Berdasarkan hasil monitoring (pemantauan) kami, banyak pasangan remaja yang berbuat mesum di area Stadion Joyokusumo dan di hotel-hotel," terang Maskuri, Jumat (4/11).
Biasanya, lanjut dia, perilaku negatif yang mereka lakukan di Joyokusumo itu terjadi pada malam hari karena suasana di area tersebut relatif gelap. Terkait fenomena tersebut, menurutnya, harus ada upaya penanganan secara dini dari semua pihak terkait. Bila tak segera ditangani, pihaknya khawatir akan banyak remaja yang jadi korban seks bebas. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, bila hal itu nantinya sampai merembet ke kasus kekerasan seksual.
"Untuk itu, aparat penegak hukum perlu melakukan penertiban atau operasi agar kasus-kasus persetubuah anak dapat ditekan," harapnya.
Di pihak lain, menurutnya, dunia pendidikan juga punya peran penting dalam upaya menangani permasalahan tersebut. Peran itu bisa diwujudkan melalui pemberian materi tentang seks kepada pala pelajar di sekolah. Tujuannya, agar para pelajar dapat memahami dampak negatif dari perilaku seks bebas.
Di antara sejumlah isu penting lainnya, pihaknya berharap, isu tersebut juga dijadikan skala prioritas oleh para pihak terkait untuk segera ditangani. Selain itu, menurutnya, upaya penangan masalah tersebut juga harus tersinergi antarlembaga terkait. Dengan begitu, diharapkan dapat ditemukan suatu konsep guna mengatasi permasalah tersebut.
( Yudha Putra K / CN34 / JBSM )