
Solo, CyberNews. Pakar Sejarah Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Sudarmono meminta Wali Kota Joko Widodo menggalang solidaritas rakyat untuk mengambil alih Benteng Vastenburg yang dibangun pada 1745. Hal tersebut harus segera dilakukan.
Pemerhati budaya Solo, Tunjung W Sutirto, meminta masyarakat Solo, DPRD, dan Pemkot segera bergerak. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Supriyanto mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk tidak memberikan perpanjangan HGB.
Berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) benteng pada akhir 2012 bisa menjadi momentum yang tepat. Apalagi pemilik benteng sudah mengajukan perpanjangan HGB ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).
"Tidak ada cara lain. Kalau ini ditunda-tunda, persoalan tersebut akan menggantung terus, sengketa benteng tidak akan selesai. Dibutuhkan langkah tegas Pak Wali Kota," terang Sudarmanto saat ditemui di kampus setempat, Selasa (1/11).
Dikatakan, solidaritas itu untuk membuat warga Kota Bengawan bersatu, merasa sama-sama memiliki benteng bersejarah itu, dan juga mengumpulkan pundi-pundi demi membeli benteng dari si pemilik yang selama ini terus menaikkan harga.
Dia mengusulkan, setiap orang mengiur Rp 10.000, sehingga jika dikalikan seluruh warga Solo yang berjumlah sekitar 500.000 jiwa, bisa terkumpul dana yang lumayan besar.
"Memang harga benteng itu mahal, saya kira dengan cara seperti ini akan luar biasa hasilnya. Orang yang punya benteng itu akan malu besar, karena dapat uang dari rakyat Solo yang notebene cinta heritage," sindir dia.
Dikatakan, kalau Pemkot hanya menggantungkan pada Pusat untuk mengambil alih benteng itu, tidak akan bisa. Karena sudah tentu untuk membeli benteng peninggalan Belanda itu, pemilik akan meminta uang yang cukup besar sekitar puluhan miliar rupiah.
Apalagi sebelumnya Pemkot memperkirakan jika menggunakan APBD, tidak mungkin mampu. "Itu puluhan miliar (rupiah). APBD jelas tidak mampu. Sedangkan kalau minta Pemerintah Pusat, sulit. Jadi satu-satunya cara adalah menggalang solidaritas rakyat Solo," tegas dia.
Aset Nasional
Dia menambahkan, cara pengumpulan uang untuk membeli benteng itu, dengan menunjuk lembaga yang jujur dan bisa dipercaya. Mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT/RW.
"Hal ini akan berhasil. Kalau Pak Wali mau, saya kira warga Solo akan manut demi warisan sejarah. Apalagi nantinya jika sudah bisa dibeli benteng itu untuk kepentingan warga Solo. Misalnya untuk pasar rakyat, atau taman rakyat," kata dia.
Tunjung W Sutirto meminta Pemkot menggelar pendekatan intensif dengan Pemerintah Pusat untuk mengembalikan bangunan benteng itu ke pangkuan warga Solo. Pemkot tidak bisa lepas tangan dari tanggungjawabnya menjaga aset nasional itu. Menurutnya, kondisi benteng sekarang sudah sangat memprihatinkan.
"Dari 30 benteng yang ada di Indonesia, hanya ada satu yang perawatannya tidak bagus. Benteng itu ada di Solo ini," keluhnya.
Ia meminta Jokowi tidak terjebak pada persoalan administrasi terkait bangunan bersejarah itu. "Kalau memang itu aset negara, Pemkot tetap berjuang mempertahankannya, bukannya menyerahkan ke pusat," kata dia.
Wakil Ketua DPRD Supriyanto menegaskan, "Komentar saya jelas, BPN tidak usah lagi memperpanjang HGB bangunan itu (Benteng Vastenburg-red)."
( H80 , Budi Santoso / CN33 / JBSM )