
PELAKU TERTANGKAP: Mevlid Jasarevic, berdiri di persimpangan memegang AK-47, setelah menembakkan senjatanya ke Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Sarajevo, kemarin (28/10). (Foto: AFP)
Sarajevo, CyberNews. Seorang pria bersenjata, Jumat (28/10), menembaki kedutaan besar Amerika Serikat di Sarajevo, ibu kota Bosnia. Akibat dari aksi penembakan ini, lapor kantor berita Reuters, satu petugas keamanan kedutaan terluka.
Pelaku yang bersenjatakan senapan Kalashnikov itu dilumpuhkan oleh polisi penembak jitu.
Gambar pelaku, yang didapatkan Reuters, menunjukkan ia berperawakan tinggi, berjaket coklat, dan berjanggut panjang. Pria bernama Mevlid Jasarevic, 23, warga Novi Pazar, itu diduga anggota gerakan radikal Islam Wahhabi.
"Pelaku penembakan terluka dan ditangkap dalam operasi yang dilakukan oleh polisi. Setelah menerima perawatan medis di TKP, ia kemudian dibawa ke rumah sakit," kata juru bicara kepolisian, Irfan Nefic kepada stasiun televisi BHR1.
Admir Hrenovica, salah satu saksi mata yang diwawancarai oleh stasiun televisi BHR1 mengatakan, penembakan berlangsung sekitar 15 menit.
"Saya mendengar beberapa ledakan senjata yang diikuti oleh satu bunyi tembakan. Orang-orang di dekat saya langsung tiarap. Keadaan panik total," ujarnya.
Sementara itu, juru bicara kedutaan AS ketika dihubungi lewat telepon mengatakan, kantor kedubes ditutup. Pihaknya menunggu keadaan kembali aman. Polisi setempat kini masih berjaga di beberapa area pusat bisnis, universitas, dan perbelanjaan di kota ini.
Bosnia yang dianggap sebagai sekutu kuat Amerika Serikat pernah mengalami perang saudara pada tahun 1992-1995. Perang antara etnis Muslim Bosnia, Kroasia dan Serbia terjadi ketika pemerintahan komunis Yugoslavia runtuh.
( dtc , Linda Putri / CN33 )