panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Oktober 2011 | 14:40 wib
KPK Panggil Penerima Dana PLTS

 
Jakarta, CyberNews.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua mantan pegawai Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Jumat (28/10).

Mereka adalah mantan Direktur Pengembangan Sarana dan prasana Kawasan (PSK) pada Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (PM2KT), Hardy Benry Simbolon dan pegawai Kemenakertrans, Yultido Ichwan. Kedua dipanggil dalam kasus dugaan korupsi pembangunan PLTS kemenakertrans.

"Hardy Benry Simbolon dan Yultido Ichwan diperiksa terkait kasus PLTS di Kemenakertrans," ujar Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, ketika dihubungi, Jumat (20/10).

Menurut Priharsa, keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Neneng Sri Wahyuni yang juga istri Muhammad Nazaruddin. Selain itu, KPK juga memeriksa seorang pegawai Kemenakertrans bernama Djazim Fanani sebagai saksi.

Dalam Surat dakwaan Timas Ginting, pejabat Kemenakertrans yang menjadi pejabat pembuat komitmen dalam pengadaan ini terungkap, adanya aliran dana kepada sejumlah pihak terkait pemenangan PT Alfindo Nuratama Perkasa sebagai rekanan proyek PLTS di Kemenakertrans. Dana diduga didistribusikan oleh Neneng yang merupakan istri dari tersangka kasus suap wisma atlet, M Nazaruddin.

Selaku pejabat pembuat komitmen, terdakwa Timas kebagian dana sebanyak Rp 7 juta dan US$2 ribu. Uang haram dari proyek PLTS juga mengalir ke Hardy Benry Simbolon (Rp 5 juta dan US$10 ribu), Sigit Mustofa Nurudin (Rp 10 juta dan US$1.000), Agus Suwahyono (Rp 2,5 juta dan US$3.500), Sunarko (Rp 45,5 juta dan US$3.500), Arifin Ahmad (Rp 40 juta), Yultido Ichwan (Rp 84,9 juta), Ratno (Rp 2 juta), Adung Karnaen (Rp 8,6 juta) dan Dini Siswandini (Rp 34,8 juta).

Sementara, Neneng dan Nazaruddin yang diduga berperan sebagai broker proyek kebagian uang sebanyak Rp 2,7 miliar. Hingga saat ini, Neneng yang diduga kabur ke Malaysia masih dalam pengejaran kepolisian internasional (interpol).

( Mahendra Bungalan / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Juli 2014 | 06:00 wib
Dibaca: 13
26 Juli 2014 | 05:50 wib
Dibaca: 98
26 Juli 2014 | 05:40 wib
Dibaca: 145
26 Juli 2014 | 05:30 wib
Dibaca: 120
26 Juli 2014 | 05:20 wib
Dibaca: 125
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER