panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Oktober 2011 | 23:55 wib
Sapi yang Diliarkan di Putri Cempo Tak Layak Buat Kurban

Solo, CyberNews. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta meminta warga tidak mengkonsumsi daging sapi yang diliarkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo. Pasalnya, sapi-sapi di tempat tersebut tidak memenuhi syariat untuk daging kurban.

"Syarat hewan untuk kurban di antaranya utuh, tidak cacat fisik, dan dagingnya tidak mengandung garam organik berbahaya atau timbal," jelas Ketua MUI Surakarta Zainal Arifin Adnan, Kamis (27/10).

Diungkapkan, daging dari sapi-sapi yang diliarkan di tempat pembuangan sampah sudah masuk kategori cacat fisik. Dari hasil penelitian pun, diketahui kandungan dagingnya mengandung timbal, atau biasa disebut sebagai garam organik berbahaya. "Kandungan molekulernya juga sudah buruk," imbuh dia.

Meski meminta untuk tidak mengkonsumi daging sapi dari TPA Putri Cempo, Zainal belum bisa memastikan daging tersebut haram untuk dikurbankan saat Idul Adha. Menurut dia, hal itu masih membutuhkan kajian lebih mendalam.

"Untuk memutuskan haram atau halal, perlu kajian. Tapi lebih baik menghindari membeli sapi dari Putri Cempo," tegas Zainal.

Saat Idul Kurban, Zainal meminta warga membeli sapi dari peternak atau penjual yang sudah dikenal. Jika ini dilakukan, kemungkinan ditemukan daging tidak sesuai syariat bakal kecil.

"Lebih baik membeli di tempat yang jelas. Kalau sudah dalam bentuk potongan daging, biasanya memang sulit terdeteksi asal daging tersebut," paparnya.

Tak Terpengaruh

Lantas bagaimana tanggapan warga terhadap imbauan MUI tersebut? Salah seorang warga yang juga peternak sapi di sekitar TPA Putri Cempo, Mujio, mengaku tak terpengaruh dengan pernyataan itu. Menurutnya, meski ada imbauan, sudah banyak blantik-blantik yang siap membeli sapi-sapi peternak di kawasan itu.

Sapi yang diliarkan mencari makan di TPA Putri Cempo menurutnya berkualitas baik. Dia mengklaim, daging sapi tersebut tidak banyak mengandung lemak.

Ini sebabnya harga jual sapi-sapi di Putri Cempo lebih tinggi dari sapi peternak rumahan. "Jadi cuma daging saja dan tidak bergajih. Harganya bisa lebih mahal Rp 500 ribu bahkan Rp 1 juta," akunya.

( Gading Persada / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34978
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36220
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36568
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40672
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35738
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER