
Semarang, CyberNews. Hasrat bejat kakek berusia 55 tahun membuat Mawar (7), bukan nama sebenarnya, terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Siswi sekolah dasar itu trauma karena dipaksa melakukan hubungan intim tiga kali dalam sehari. Tindakan tak senonoh itu dilakukan Yatino (55), warga Jalan Bukit Unggul I, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Tembalang, Minggu (16/10) sekitar pukul 09.00.
Massa yang marah sempat akan menghakimi kakek yang berprofesi sebagai penjaga kos dan tukang batu itu. Namun, aksi main hakim sendiri itu tidak terjadi dan Yatino diserahkan ke Mapolsek Tembalang.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Elan Subilan mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari orang tua korban. "Hasil penyelidikan sementara menyebutkan kalau korban telah dicabuli sebanyak tiga kali dalam sekali waktu (Minggu-red) itu," kata Kapolres.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku berhasil menarik perhatian korban dengan iming-iming uang Rp 10 ribu. Mawar kemudian diajak ke sebuah gubuk kosong yang sudah dipersiapkan pelaku beberapa waktu sebelumnya. Peristiwa itu terbongkar setelah salah seorang warga melihat Mawar berjalan dari area lahan kosong ke rumah.
"Ada sejumlah warga melihat korban berjalan tertatih-tatih, sesekali meringis-ringis seperti menahan sakit dengan memegang kemaluannya," kata salah seorang warga setempat, Mardi Suwito (52).
Sesampainya di rumah, ibu korban curiga karena ada darah mengalir di kaki anaknya. Ketika ditanya Mawar mengaku baru saja terjatuh. Namun ibunya tidak percaya karena tidak ada luka di tubuh Mawar. Setelah dilakukan pendekatan, korban akhirnya mengaku bila baru saja diberi uang Rp 10 ribu dan dicabuli pelaku.
Terpisah, Kapolsek Tembalang, Mulyawati Syam menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini. Tim penyidik masih menggali keterangan apakah pelaku baru melakukan pada satu korban atau sudah ada korban lain. Sementara keterangan dari korban juga belum bisa didapatkan karena Mawar masih trauma.
"Untuk sementara kami masih fokus penanganan terhadap korban. Ada semacam trauma terlihat dari wajah korban sehingga kami belum bisa meminta keterangan," jelasnya.
( Anton Sudibyo / CN31 / JBSM )