
Cilacap, CyberNews. Realisasi penyaluran elpiji tiga kilogram yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat pemerintah berencana menetapkan kuota penyaluran elpiji pada tahun 2012. Konsumsi elpiji yang terus meningkat dianggap semakin membebani APBN karena bahan bakar ini masih disubsidi oleh pemerintah.
Manajer Gas Domestik Region III Pertamina Jateng & DIY Ari Anggoro mengatakan, sejak diterapkan pada tahun 2007, realisasi penyaluran elpiji bersubsidi di Jateng dan DIY mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Realisasi penyaluran elpiji tiga kilogram pada tahun 2010 mencapai 506.017 metrik ton (MT) atau meningkat 85% dibanding realisasi 2009 yang hanya 273.516 MT.
Realisasi hingga akhir tahun 2011 diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun lalu, mengingat hingga kuartal III/2011 penyaluran elpiji tiga kilogram sudah berada di angka 410.847 MT.
"Dalam tiga bulan ke depan, angka penyaluran kemungkinan tinggi karena kebutuhan yang meningkat menjelang Nata dan tahun baru. Apalagi sejumlah daerah sekarang sudah mulai masuk musim hujan sehingga masyarakat beralih menggunakan elpiji dari semula kayu bakar," katanya.
Karena itu, lanjutnya, pemerintah berencana menetapkan kuota penyaluran elpiji karena peningkatan konsumsi yang cukup besar. Mengingat elpiji tiga kilogram disubsidi pemerintah, sehingga akan membebani APBN jika peningkatannya tidak terkendali.