
Purworejo, CyberNews. Meskipun tembakau memberikan dampak yang cukup besar terhadap penerimaan negara melalui cukai, tapi dampaknya terhadap kesehatan penduduk di bumi ini ternyata tidak kalah dahsyatnya. Diperkirakan per tahun 5 juta penduduk di bumi ini meninggal akibat tembakau.
Data itu mengemuka dalam kegiatan Pemantapan Pemahaman Pembentukan Jaminan Kesehatan Bagi Kelompok Informal Purworejo belum lama ini. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa penerimaan negara dari cukai rokok ternyata tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi oleh para petani tembakau di Indonesia.
Di Kabupaten Purworejo sendiri, beberapa wilayah yang menjadi kantung produksi tembakau antara lain Desa Plipir, Piji, Pacekelan dan Ketangi. Para petani di desa-desa itu ternyata belum mendapat jaminan kesehatan akibat dampak dari tembakau.
Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Pembiayaan Kesehatan (P2K) Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo (Dinkes) Ikaningtyas MM mengungkapkan, kebijakan pengendalian tembakau sebagai zat adiktif masih pro dan kontra. Ada kekhawatiran akan mematikan industri tembakau sebagai penunjang devisa negara.
Dipaparkannya, tembakau membunuh lebih dari lima juta orang pertahun. Jika ini berlanjut terus diperkirakan tahun 2020 terjadi sepuluh juta kematian, di mana 70 persen di antaranya terjadi di negara-negara berkembang.
Indonesia sendiri adalah urutan ke 5 di dunia yang paling banyak mengkonsumsi rokok setelah Cina, AS, Rusia dan Jepang. Jumlah perokok di Indonesia tahun 1995 ada 34 juta perokok, tetapi tahun 2010 meningkat menjadi 80 juta orang setiap hari.
"Ini merupakan dilema bagi pemerintah,karena satu sisi cukai rokok sebagai pendapatan utama pemerintah, disisi lain rokok mengancam kesehatan," paparnya.
( Nur Kholiq / CN27 / JBSM )