
Foto: Bloomberg
Mumbai, CyberNews. Miliarder Mukesh Ambani (54), pemilik Reliance Industries Ltd (RIL) siap memecahkan rekor akuisisi di luar negeri, dengan berencana mengambil keuntungan dari nilai termurah dari sebuah perusahaan minyak dan gas alam yang dalam periode tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan laba yang lambat. "Reliance memiliki neraca yang kuat dan basis produktif berkelanjutan untuk mengejar peluang pertumbuhan," kata Ambani akhir pekan lalu setelah perusahaan migas miliknya melaporkan adanya kenaikan 16 persen pada laba kuartal kedua dan penjualan aset BP Plc (BP/) mendongkrak peningkatan kas sebesar 614,9 miliar rupee (12,6 miliar dolar).
Diberitakan, Reliance, PetroChina Co dan CNOOC Ltd adalah beberapa perusahaan Asia yang cenderung akan menghabiskan 150 miliar dolar selama lima tahun ke depan terutama pada aset untuk mengamankan pasokan energi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut Sanford C. Bernstein Co, Ambani telah membeli aset perusahaan gas di AS dan menargetkan investasi selanjutnya di Kanada. Hal ini terjadi setelah terjadinya penurunan produksi gas di India yang menyebabkan penurunan 19 persen saham perusahaannya di perdagangan saham Mumbai tahun ini.
"Sebuah akuisisi bernilai besar mungkin hanya menjadi awal dari mereka dalam memulai sesuatu. "Itu akan menjadi penggunaan terbaik bagi dana mereka yang telah membesar saat ini," kata Kamlesh Kotak, wakil presiden penelitian dari Asian Markets Securities Pvt. di Mumbai.
Sebelumnya, saham Reliance turun 1,5 persen menjadi 854,25 rupee di pasar saham Mumbai, sedangkan patokan Sensitive Index naik 0,3 persen.
Reliance sendiri saat ini menjadi pemegang dana kas ketiga terbesar dan memiliki investasi jangka pendek yang sangat baik di antara perusahaan energi yang ada di Asia Pasifik. Sedangkan peringkat pertama dan kedua ditempati oleh PetroChina dan CNOOC.
Perusahaan konglomerasi India ini menerima 7,2 miliar dari penjualan saham sebesar 30 persen yang berasal dari 21 ladang minyak dan gas untuk BP dan beroperasi di London untuk membantu membalikkan penurunan 'output' pada deposit gas di India yang masuk kategori terbesar.
( Bloomberg , Yuska / CN14 )