
Foto: AFP
San Salvador, CyberNews. Jumlah korban tewas akibat hujan dan tanah longsor di Amerika Tengah, Minggu (16/10), meningkat menjadi 70 orang. Sedikitnya sembilan orang tewas ketika sebuah bukit di El Salvador longsor dan menyapu lima rumah warga.
Jalan raya antar negara tertimbun tanah, desa-desa terpencil dan ribuan keluarga kehilangan rumah dan tanaman. PBB mengklasifikasikan bencana longsor ini sebagai salah satu akibat dari pengaruh perubahan iklim.
Dampak bencana alam terparah dialami oleh Guatemala, 28 orang dilaporkan tewas dan dua lainnya hilang. Sedangkan di El Salvador, setidaknya 27 tewas setelah lima hari diguyur hujan lebat akibat badai tropis. "Kami menghadapi situasi yang sangat rumit," kata Menteri Lingkungan El Salvador, Herman Rosa Chavez.
Chavez menambahkan bahwa curah hujan hingga 15 cm selama 12 jam lebih telah membuat daerah pegunungan pada negara yang terletak di Amerika Tengah ini menjadi tidak stabil. "Di Ciudad Arce, 40 kilometer sebelah barat ibukota, sebuah bukit setinggi 100 meter longsor dan menimbun lima rumah, sedikitnya sembilan orang tewas," lanjutnya.
Sampai saat ini, tim penyelamat yang masih terus mencari korban yang tertimbun longsoran, berhasil mengangkat tiga mayat yang terdiri dari satu anak dan dua orang dewasa.
( AFP , Yuska / CN14 )