
Foto: UN
Port-au-Prince, CyberNews. Dewan Keamanan PBB, Jumat (14/10), memerintahkan untuk mengurangi misi penjaga perdamaian PBB di Haiti dan menuntut penegakan ketat terkait kebijakan "toleransi nol" pada pelecehan seksual. Keputusan ini diambil setelah terjadi kasus pemerkosaan yang melibatkan pasukan perdamaian asal Uruguay.
Keputusan pengurangan sekitar 10.500 tentara dan polisi yang akan dilakukan dalam waktu 12 bulan berikutnya ini telah disetujui dengan suara bulat oleh perwakilan dari 15 negara. PBB yakin jumlah pasukan penjaga perdamaian dapat dikurangi mengingat situasi politik di negara Kepulauan Karibia yang miskin ini telah membaik, terutama sejak presiden dan perdana menteri yang baru mengambil alih kekuasaan.
Misi yang dikenal sebagai MINUSTAH (Misi Stabilisasi PBB di Haiti) mulai ditetapkannya keputusan ini hanya akan mengizinkan 7.340 tentara dan 3.241 polisi. Angka tersebut akan menjadi 3.300 hingga 2.700 orang pasukan penjaga perdamaian untuk masa mendatang sampai situasi di Haiti kembali pulih.
Pasukan militer yang ditempatkan di Haiti akan berkonsentrasi pada tugas perbaikan fasilitas infrastruktur dan membeikan bantuan teknis lainnya pascagempa yang menewaskan lebih dari 200.000 orang Januari 2010 lalu.
( AFP , Yuska / CN14 )