
Solo, CyberNews. Resah karena tempat tinggalnya akan dikosongkan, warga penghuni mess di Ndalem Cokrokusuman, Laweyan, Solo mengadu ke wakil rakyat, Jumat (14/10). Warga meminta dukungan pimpinan DPRD agar salah satu kesatuan TNI di Solo (pemilik mess) mengurungkan niat untuk pengosongan tempat tinggalnya.
Sebanyak 19 kepala keluarga (KK) menyampaikan keluhannya kepada Ketua DPRD YF Sukasno dan Wakil Ketua Muhammad Rodhi. Salah satu warga Sri Sumarni menuturkan, penghuni mess tidak menolak untuk pindah. Namun mereka meminta penundaan waktu pengosongan mess karena sejumlah alasan.
Perempuan yang tinggal di mess tersebut sejak tahun 1965 meminta dialog ulang termasuk jalan keluar pasca proses pengosongan. "Saya berharap masih bisa tinggal di sana, sebab tidak tahu kalau benar-benar harus pindah akan tinggal di mana. Tapi saya dan teman-teman lainnya menunggu keputusannya besok seperti apa ?," tananya saat ditemui wartawan di sela-sela pertemuan.
Dia juga keberatan dengan besaran kompensasi yang akan diberikan yakni Rp 4 juta/KK. Menanggapi pengaduan warga tersebut, baik Sukasno dan Rodhi menyayangkan lambannya pengaduan yang disampaikan warga. Seharusnya pengaduan dilakukan jauh hari, bukannya sehari menjelang eksekusi.
( Budi Sarmun S / CN27 / JBSM )