
Jakarta, CyberNews. Bantahan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto terkait hilangnya sebagian wilayah Indonesia di Camar Bulan, Kalimantan Barat disesalkan Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) TB Hasanudin.
Pasalnya bantahan tersebut tidak dibarengi dengan analisa temuan yang disampaikan ke masyarakat. Dia sendiri mengklaim memiliki data akurat mengenai wilayah yang menjadi sengketa tersebut.
"Sangat disesalkan pernyataan yang disampaikan oleh Menkopolhukam, mestinya Menko mempelajari dan menganalisa temuan yang disampaikan masyarakat. Saya punya data akurat dari lapangan,” katanya, Rabu (12/10)
Sebelumnya, pemerintah melalui Djoko Suyanto menegaskan, ada kekeliruan pemahaman terkait wilayah Camar Wulan dan Tanjung Datu yang belakangan ini diberitakan merupakan wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia. Pasalnya Daerah yang dekat dengan Kalimantan Barat itu memang merupakan wilayah Malaysia.
Selain itu, atok-patok perbatasan yang diberitakan digeser dengan sengaja, sehingga menyebabkan kedua daerah itu masuk ke dalam wilayah negara Malaysia, juga diklaim sebagai kekeliruan pemahaman. Tak ayal, menurut Hasanudin, pernyataan itu sama saja melgalisasi klaim Malaysia.
“Secara politis sangat tidak menguntungkan untuk Indonesia, saya sebelumnya sudah melaporkan kepada pemerintah beberapa tahun lalu, tetapi tidak ada respons,” tambahnya.