
Ungaran, CyberNews. Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Dusun Mrunten Wetan RT 02 RW 03 Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jateng, Satinah (39) binti Djumadi, terancam hukuman pancung di Arab Saudi. Ibu satu anak ini divonis hukuman pancung dengan tuduhan membunuh majikan perempuannya bernama Nura Al Gharib, pada 2007 lalu.
Selain itu, Satinah juga dituduh mencuri uang 37.970 riyal, milik majikannya. Kabar mengenai nasib Satinah ini diterima keluarganya di Kalisidi Ungaran pada Maret 2011. Seorang temannya yang juga bekerja di Arab, menyampaikan hal itu kepada keluarga Satinah di rumah.
Perkembangan kabar mengenai Satinah ini masih dalam pantauan pihak keluarga dan Pemerintah Desa Kalisidi. Satgas perlindungan TKI, Minggu (9/10), juga telah menyambangi keluarga Satinah di Kalisidi Ungaran.
Kakak kandung Satinah, Paeri (42), menyampaikan bahwa adiknya tersebut berangkat ke Arab Saudi sebagai TKI melalui PJTKI PT Djamin Harapan Abadi di Jakarta, pada 2003. Satinah yang informasinya dikontrak selama dua tahun, akhirnya sempat pulang pada 2007. "Di rumah hanya beberapa bulan, lalu berangkat lagi dengan perusahaan yang sama," ungkap Paeri ditemui di rumahnya, Senin (10/10).
Sejak keberangkatannya yang kedua, Satinah hanya berkabar selama satu tahun. Setelahnya, pihak keluarga kehilangan kontak. Ketidakpastian itu akhirnya terjawab pada 2011, tepatnya bulan Maret. Kabar diterima pihak keluarga bahwa Satinah telah dipenjara dan terancam hukuman pancung. "Tapi katanya Satinah membunuh karena membela diri. Tuduhan itu tidak benar," lanjut Paeri.
Pada 27 September 2011 lalu, Paeri mengaku juga telah diminta ke migrant Care Jakarta untuk dimintai keterangan terkait adiknya itu. Pada 2009 dan 2011 ini, pihaknya dibantu pemerintah desa, juga mengajukan pengaduan ke kementerian luar negeri. Hanya, sejauh ini belum ada perkembangan positif.
Kepala Desa Kalisidi Dimas Prayitno, ditemui di kantornya kemarin juga mengungkapkan hal serupa. Segala upaya telah dilakukan untuk membebaskan warganya tersebut. Dua minggu lalu, dia bersama keluarga korban berangkat ke Jakarta untuk menyelamatkan satinah.
"Baru pada Minggu kemarin satgas perlindungan TKI datang. Mereka memohon doa dari keluarga, bahwa upaya pembebasan Satinah sedang dilakukan. Kabarnya malah satgas itu akan kembali berangkat ke Arab Selasa ini," kata Dimas.
( Yoseph HW / CN26 / JBSM )