
Salatiga, CyberNews. Seorang terpidana kasus narkoba Hary Cahyono (39) harus bernasib tragis. Warga Perum Manunggal I RT 04 RW VII, Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang ini meninggal pada Minggu (9/10) malam setelah sebelumnya dipukuli rekan-rekan sesama napi di LP Salatiga.
Jenasah korban telah dimakamkan di pemakaman setempat, Senin (10/10) siang setelah sebelumnya diotopsi tim medis dari Dokpol Polda Jateng yang dipimpin Kompol dr Hestri.
Istri korban Maria Rukini (35) ditemui wartawan saat menunggui jenazah suaminya di RSU Salatiga saat dilakukan otopsi mengatakan, suaminya mengaluh sakit pada Sabtu (8/10). Korban menderita luka parah di bagian dada, pelipis, kepala belakang, dan depan.
Maria menuturkan, suaminya ditahan pihak kepolisian sekitar dua bulan lalu karena kasus Narkoba. Pada Jumat (7/10) kemarin, Hary diserahkan ke Rutan Salatiga menjadi tahanan titipan pihak kejaksaan. Saat dititipkan itu kondisi suaminya sehat dan segar bugar, tidak terjadi apa-apa. Kemudian pada Sabtu (8/10) siang ketika Maria membesuk di Rutan Salatiga, kondisi suaminya sudah sangat mengkhawatirkan. Kepalanya bengkak, leher dan dadanya memar.
"Suami saya mengakatakan kalau habis dikeroyok teman-teman sesama napi. Mereka akan menghajar suami saya lagi jika saya pulang dari besuk," katanya.
Mengenai jumlah orang yang megeroyok suamnya itu, Maria belum bisa menyebutkan pasti. Dia menyebut sementara lima orang yang saat ini dimintai keterangan polisi.
Motifnya kemungkinan dendam pribadi.
Maria mengatakan, berdasarkan hasil keterangan tim medis hasil autopsi, suaminya menderita patah tulang leher, patah kedua telapak tangan, lebam di bagian dada dan kepala akibat pukulan atau benturan benda keras. "Saya iklhas tidak akan menuntut kepada siapa pun atas kematian suami saya ini. Sebenarnya saya juga tidak ingin jenazah suami saya diotopsi. Sebab saya ingin jenazah segera dikuburkan agar tenang. Namun polisi tetap meminta otopsi dan akhirnya saya merelakan," katanya.
Kepala Rutan Salatiga Darwin Tampubolon ketika dikonfirmasi tidak ada dikantornya.
Menurut keterangan salah seorang stafnya yang bersangkutan sedang berdinas di Bali sejak Sabtu (8/10) dan baru pulang Rabu ( 12/10) besok.
Menurut staf yang enggan disebut namanya, peristiwa pengeroyokan yang menewaskan salah seorang napi itu begitu cepat. "Petugas tahunya sudah terkapar dan langsung dilarikan ke RSUD Salatiga,” katanya.
Kapolres Salatiga AKBP Kusdiyantoro SH melalui Kasatreskrim AKP Rudy Cahya mengatakan pihaknya masih menyelidiki tewasnya salah seorang narapidana di Rutan Salatiga tersebut.
( Moch. Kundori / CN32 / JBSM )