
SMS SESAT: Salah satu SMS sesat yang dikirimkan secara berantai tentang penularan HIV-AIDS melalui tusuk gigi yang kini kembali marak. (SM CyberNews/Ruli Aditio)
Kudus, CyberNews. Isu yang disebarkan melalui SMS berantai yang berisi penularan HIV-AIDS melalui tusuk gigi yang dilakukan oleh ODHA (orang hidup dengan HIV-AIDS) kembali marak. Hal ini sangat meresahkan masyarakat.
Koordinator Kaukus Masyarakat Anti Narkoba, Eni Mardiyanti kemarin menjelasan, sebenarnya hal ini tidak hanya meresahkan masyarakat namun juga kalangan medis, dan LSM pendamping ODHA (orang hidup dengan HIV-AIDS).
SMS tersebut berbunyi para penderita HIV-AIDS yang merasa putus asa karena tidak ada perhatian dari pemerintah berniat menyebarkan penyakit mematikan ini. Modusnya, yaitu melalui tusuk gigi yang banyak terdapat di warung ataupun restoran.
"Bunyi SMS tersebut tentu memojokkan keberadaan para ODHA, dan hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi," katanya. Ia menambahkan, isu yang keliru ini sebenarnya sudah pernah disebarkanbeberapa tahun lalu di Indonesia.
"Alur penularan HIV-AIDS tidak semudah itu dan perlu proses yang berkelanjutan," bantahnya.
Proses penularan biasanya berulang - ulang terjadi, seperti penggunaan jarum suntik secara berganatian, dengan mengandung jumlah virus yang tak sedikit.
"Disisi lain, darah yang menularkan adalah darah segar. Jika sudah diusap dan dibiarkan kering maka virus akan lebih cepat mati, dan tidak bisa terjadi penularan," jelasnya.
Menghadapi rumor semacam ini masyarakat harus proaktiv dan tidak perlu khawatir, artinya mereka tidak segan - segan untuk berkonsultasi dengan petugas medis jika mereka mendapati kabar itu dan kurang yakin.
( Ruli Aditio / CN33 / JBSM )