
Islamabad, CyberNews. Sebuah komisi Pakistan yang menyelidiki bagaimana Osama bin Laden tinggal tanpa diketahui selama bertahun-tahun di negara itu telah mewawancarai janda-janda dan putri-putri pemimpin Al Qaeda itu untuk pertama kalinya, kata komisi tersebut, Rabu (5/10).
"Wawancara yang mendalam" dengan tiga janda dan dua putri bin Laden itu terjadi Selasa (4/10)," kata komisi tersebut dalam sebuah pernyataan singkat. Para pejabat menolak memberikan keterangan yang lebih terperinci.
Pakistan telah menahan tiga janda Osama bin Laden, dua warga Arab Saudi dan satu orang Yaman, serta sekitar 10 anak mereka, setelah pasukan khusus AS Navy SEAL membunuhnya dan kabur dengan jenasahnya dari kota militer Abbottabad pada 2 Mei lalu.
Upaya awal untuk memulangkan para wanita dan anak-anak itu kandas ketika komisi tersebut pada Juli memerintahkan mereka untuk tetap di Pakistan hingga pemberitahuan lebih lanjut, yang mengindikasikan bahwa komisi itu ingin memeriksa mereka berkaitan dengan penyelidikan tersebut.
"Komisi itu juga telah mewawancarai kepala badan intelijen militer Pakistan ISI, Ahmad Shuja Pasha, Rabu (5/10), dan akan menanyainya lagi Kamis (6/10)," katanya.
Tanya-jawab dengan seorang kepala ISI yang masih menjabat oleh sebuah panel sipil adalah sangat jarang terjadi di negara itu, tempat intelijen militer ditakuti dan sekaligus dihormati serta tempat kekuasaan militer melebihi kekuasaan pemimpin sipil.
Penemuan bahwa bin Laden telah tinggal di Abbottabad, tampaknya selama lima tahun, dan serangan sepihak Amerika telah dilukiskan oleh para pengkritik di Pakistan sebagai bencana terburuk militer sejak Bangladesh memisahkan diri dari negara itu pada 1971.
( Ant / CN31 )