
LIHAT LAPTOP : Pengunjung melihat laptop pada pameran komputer Semarkomtek di DP Mall, Senin (3/10). (SM CyberNews/ Fista Novianti )
Semarang, CyberNews. Sejumlah merek memastikan harga produk perangkat teknologi informasi (IT) yang dijual pada pameran komputer Semarkomtek tidak akan terpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Teritory Development Manager Hewlett Packard (HP) Jateng-DIY Erbie Wijayanti menuturkan, harga komputer selama ini banyak berpatokan pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS. Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS acap naik turun, sejumlah harga produk HP justru relatif stabil. ''Kami mengunci dengan harga rupiah. Kalaupun rupiah melemah dan imbasnya harga komputer naik, maka produk HP justru stabil,'' ujarnya, Senin (3/10).
Produk notebook HP seri DM3-1129 TX misalnya, biasanya dijual mengikuti harga dolar sebesar U$ 1.199. Namun saat pameran dijual dengan harga Rp 5,7 juta saja. Dan seri HP 431 dijual U$ 549 saat pameran dijual Rp 4,4 juta.
Menurut Erbie, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap pasar komputer. ''Oleh sebab itu untuk menarik konsumen, HP memberikan harga spesial dalam mata uang rupiah. Sehingga, kalaupun harga komputer naik mengikuti kurs dolar, kami justru stabil dan tidak menaikkan harga,'' ungkap Erbie.
Selama pameran, pihaknya menargetkan dapat terjual sekitar 1.500 unit untuk semua tipe notebook. Sementara untuk produk yang paling diminati adalah HPDual Core P 6300 dengan harga Rp 3,3 jutaan. HP berupaya menggenjot penjualan dengan banyak promo. Diantaranya promo fantastic great sale pada Juli lalu. Sejumlah produk pun dijual murah, seperti notebook core i3 dari harga Rp 4,2 juta turun menjadi Rp 3,7 juta per unit.
Bintoro dari Andalas Computer mengatakan, pasca melemahnya nilai tukar rupiah, pedagang harus jeli memperhatikan kurs rupiah terhadap dolar AS. "Kurs terus dipantau untuk mengantisipasi naik turunnya harga. Jika nilai tukar terus berfluktuatif, pedagang bisa saja melakukan koreksi harga komputer," katanya.
Sementara Yunianto dari Quadra Computer menambahkan, untuk jangka pendek, penjualan komputer belum terlalu terpengaruh dari melemahnya nilai tukar rupiah. Sedangkan jangka panjang, meski secara kuantitas terjadi penurunan jumlah penjualan, tapi pasar komputer tetap akan hidup. "Soalnya komputer sekarang sudah jadi barang kebutuhan. Yang namanya barang kebutuhan, seberapapun tinggi harganya, tetap akan dicari dan dibeli," tuturnya.
Dia juga yakin, situasi perekonomian nasional yang stabil akan mampu mengatasi permasalahan nilai tukar rupiah yang melemah. "Bank Indonesia sebagai bank sentral, tentu juga akan melakukan intervensi, agar rupiah tidak makin terpuruk," imbuhnya.
( Fista Novianti / CN34 / JBSM )