
Jakarta, CyberNews. PT Sarinah Persero menunda penerbitan obligasi yang rencananya dilaksanakan pada 2012 karena kondisi pasar yang masih bergejolak.
"Sepertinya akan kita tunda, mau tidak mau karena kondisi seperti ini," ujar Direktur Utama Sarinah Jimmy M Rifai Gani di Jakarta, Senin (3/10). Dia beralasan, kondisi yang fluktuatif akan menyebabkan minimnya penyerapan obligasi yang pada akhirnya menyebabkan perolehan dana jauh di bawah target.
Perseroan menginginkan penerbitan obligasi pada tahun depan untuk memenuhi dana pembangunan megaproyek di tahun yang sama senilai Rp 2 triliun hingga Rp 4 triliun. Selain dari obligasi, dana pembangunan juga berasal dari rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).
BUMN perdagangan dan ritel ini berencana melepas sekitar 20-30 persen sahamnya ke publik pada 2013 untuk meraup dana sekitar Rp 300-500 miliar guna memenuhi kebutuhan ekspansi hingga lima tahun mendatang. "IPO tentu menjadi rencana kami guna mengembangkan bisnis kami secara berkelanjutan," ucapnya.
( Ant / CN31 )