
PERLU DIBERSIHKAN: Kondisi Kali Wiso yang terletak di sisi utara Pasar Jepara Satu (Ratu) tampak keruh dan perlu dibersihkan. (SM CyberNews/Akhmad Efendi)
Jepara, CyberNews. Kabupaten Jepara mendapat penghargaan Adipura kategori kota sedang dengan peringkat pertama tahun ini pada Juni lalu. Prestasi tersebut diraih untuk yang ketujuh dan diharapkan bisa terus dipertahankan.
Karena itu, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Ciptaruk) Jepara pada Oktober sudah mulai bersiap untuk penghargaan pada 2012 untuk meraih Adipura Kencana.
Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Ciptaruk) Jepara Suyatno menjelaskan persiapan mulai dilakukan karena biasanya pada Oktober sudah dilakukan penilaian pertama alias P1. Meski demikian persiapan yang dilakukan tidak total tetapi bertahap.
’’Untuk kondisi saat ini kami rutin melakukan pembersihan di lokasi-lokasi biasanya. Tujuannya adalah untuk menjaga kondisi lingkungan agar tetap terjaga. Seperti pemotongan daun-daun kering untuk pohon-pohon di taman dan pinggir jalan sudah kami lakukan,’’ urai Suyatno.
Dia menambahkan pembersihan itu dilakukan bertahap untuk di awal-awal meski resikonya pada nilai pada P1 tidak tinggi. Tapi, keuntungannya persiapan lebih maksimal bisa dilakukan menjelang P2. ‘’Kalau dari sekarang persiapan sudah dilakukan total nanti dikhawatirkan pada saat P2 tenaganya sudah habis,’’ tutur Suyatno.
Suyatno menjelaskan kriteria penilaian untuk tahun ini lebih berat. Dia juga menjelaskan pada penghargaan tahun depan ada Adipura Kencana untuk lima besar. ’’Soal Adipura Kencana sudah disosialisasikan pada awal September di Magelang. Karena itu, persiapannya harus lebih baik,’’ ucapnya.
Menurutnya, P2 biasanya dilangsungkan pada Maret. Jelang P2 itu, Dinas Ciptaruk akan total untuk menyiapkan kondisi lingkungan. ‘’Nanti untuk penyiapan memang lebih berat karena seluruh aspek akan menjadi titik pantau tidak seperti sebelumnya. Misalnya sekolah itu ya seluruh sekolah yang ada di kota begitu juga lokasi-lokasi yang lain,’’ ujar Suyatno.
Tak hanya itu, lanjutnya, tim penilai juga tidak hanya dari Jawa, tetapi dari luar Jawa. Komposisi itu akan membuat penilaian lebih obyektif. ‘’Jadi memang untuk mengulang prestasi yang sama akan semakin berat. Persiapan yang lebih lengkap lagi nanti akan ada koordinasi dengan instansi yang lain,’’ tuturnya.
Disinggung soal kondisi beberapa selokan atau sungai yang tampak kotor, Suyatno belum bisa memberikan banyak penjelasan. Soal selokan yang berbau akibat air yang mengendap pada musim kemarin ini, Dia juga hanya menjelaskan penanganannya tidak di dinasnya.
( Akhmad Efendi / CN34 / JBSM )