panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 September 2011 | 22:34 wib
Ketua MA Tetapkan Hakim Agung Pemimpin Kamar Perkara

 

Jakarta, CyberNews. Ketua Mahkamah Agung, Harifin Andi Tumpa telah mengeluarkan surat penetapan nama-nama hakim agung yang menjadi Kepala Kamar terkait penerapan sistem kamar di MA itu.

"Pada tanggal 19 September, sudah tanda tangan," ujarnya, di Jakarta, Jumat (23/9).

Adapun nama hakim agung yang ditunjuk adalah Kepala Kamar Perdata, Abdul Kadir Mappong, (Wakil Ketua MA Bidang Yudisial), Kepala Kamar Pidana, Djoko Sarwoko (Ketua Muda Pidsus), Kepala Kamar Perdata Agama, Ahmad Kamil (Waka MA Bid Non Yudisial), Kepala Kamar Militer: Imron Anwari (Ketua Muda Militer), Ketua Kamar TUN, Paulus Effendie Lotulung (Ketua Muda TUN).

Dikatakan Tumpa, Surat Ketua MA terkait penetapan nama-nama Ketua Sistem Kamar di MA, yang mulai efektif berjalan 1 Oktober 2011, sudah dikeluarkan. Menurutnya, dalam sepuluh hari kedepan Majelis Hakim di tiap kamar, akan mulai dibentuk, dan mulai menangani perkara-perkara yang masuk ke MA.

"Dalam waktu sepuluh hari ini kita usahakan supaya majelis sudah terbentuk," tegasnya.

Dalam proses penerapan sistem kamar, Tumpa  mengaku tak ada kendala yang dihadapi pihaknya. "Alhamdulillah tidak ada. Panitera tidak ada masalah, administrasi tidak ada masalah, semua menerima. Kami mengharapkan ini berjalan karena jika ini berjalan merupakan suatu perubahan yang luar biasa," paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Andi Tumpa, telah meresmikan penerapan sistem kamar dalam penanganan perkara yang masuk ke MA, dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2011 MA, di Hotel Mercure, Jakarta.

Mekanismenya membagi penanganan perkara kepada lima jenis kamar ini tertuang dalam Surat Ketua MA Nomor 142/KMA/IX/2011. Sistem kamar merupakan sistem yang sudah ditunggu kehadirannya MA hampir 30 tahun lamanya.

Nantinya, di MA akan dibentuk kamar perkara yang terdiri dari lima kamar, yakni pidana, perdata, agama, militer dan tata usaha negara. Untuk perdata dan pidana, masing-masing akan terdapat sub kamar khusus.

( Budi Yuwono / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13112
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13843
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13618
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15999
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13185
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER