
Foto: AP
Mexico City, CyberNews. Diduga para pengedar obat bius dengan menggunakan dua truk melaju ke jalan utama di kota pesisir pantai Teluk Meksiko dan membuang 35 mayat korban pembunuhan selama jam sibuk. Orang-orang bersenjata dilaporkan berjaga-jaga dan mengacung-acungkan senjata mereka kepada pengendara kendaraan bermotor yang ketakutan.
Adegan mengerikan ini terjadi, Selasa (20/9) kemarin di pusat kota Boca del Rio, sebagai eskalasi terbaru dalam kasus kekerasan terkait peredaran obat bius di negara bagian Veracruz, yang menjadi jalur utama obat bius dan migran Amerika Tengah menuju utara. Kartel obat bius Zetas telah terkunci dalam kontak senjata berdarah dengan kelompok pengedar obat bius lain sebagai bentuk provokasi untuk mengendalikan negara.
Jaksa Agung negara bagian Veracruz, Reynaldo Escobar Perez mengatakan, mayat-mayat itu ditumpuk dalam dua truk dan dibuang ke tanah di sebuah terowongan dekat pusat perbelanjaan terbesar di kota Boca del Rio. "Sampai sejauh ini, polisi telah mengidentifikasi tujuh dari korban pembunuhan itu dan semuanya memiliki catatan kriminal terkait pembunuhan, obat bius, penculikan, pemerasan dan terkait dengan kejahatan terorganisir," lanjut Escobar. Hanya saja, Escobar tidak menyebutkan dari kelompok mana korban-korban tersebut berasal.
Beberapa pengemudi yang menyaksikan adegan mengerikan Selasa sore itu membuat postingan di Twitter yang menyebutkan bahwa beberapa pria bersenjata bertopeng dalam seragam militer memblokir lokasi Bulevar Manuel Avila Camacho dan mengarahkan senjata mereka ke warga sipil. "Mereka tampaknya bukanlah anggota militer ataupun polisi," sebut salah satu tweet. Pada tweet lain mengatakan, "Jangan bepergian melalui daerah itu, berbahaya!"
Media setempat mengatakan bahwa 12 dari korban pembunuhan tersebut adalah perempuan dan beberapa diantaranya adalah tahanan yang melarikan diri dari tiga penjara Veracruz pada awal pekan ini. Terkait hal ini, Escobar belum bisa memberikan informasi.
Sebelumnya, 32 tahanan berhasil lolos dari tiga penjara yang ada di Veracruz. Polisi berhasil menangkap 14 orang dari mereka.
( AP , Yuska / CN14 )