
Solo, CyberNews. Kalangan DPRD Surakarta mempertanyakan keseriusan Pemkot untuk melobi pemerintah pusat, agar mengucurkan dana perbaikan Masjid Agung Surakarta. Menurut Sekretaris Komisi III DPRD Umar Hasyim, Pemkot tak berdaya ketika berurusan dengan tempat ibadah umat Islam tersebut. Hal itu berbeda ketika Pemkot melobi pusat, mengenai bantuan transportasi massal, seperti railbus, bus tingkat Werkudara dan kereta uap Jaladara.
“Kami berharap kepada Pemkot agar melobi ke pusat sampai berhasil. Kenapa urusan transportasi bisa lancar, tapi setelah diminta mengajukan bantuan renovasi masjid bersejarah, hingga kini tidak menghasilkan apa-apa,” kata Umar, Senin (19/9).
Menurut Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, satu-satunya dana yang bisa untuk membenahi kerusakan yang terdapat pada Masjid Agung adalah APBN. Sebab, pihaknya meyakinkan bahwa APBD Kota Solo tidak dapat dicairkan guna memperbaiki sejumlah kerusakan di tempat ibadah tersebut.
“Yang pasti, Pemkot harus mencari cara agar mendapat bantuan dari pusat. Soalnya, pada APBD Perubahan 2011 ini, bantuan untuk Masjid Agung tidak ada,” ungkapnya.
Jika tidak segera mendapat suntikan dana, dikhawatirkan kondisi kerusakan di sejumlah titik masjid, seperti bagian atap tempat wudu, atap serambi dan keputrian akan bertambah parah.
“Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut dan menunggu adanya korban jiwa. Kalau ada korban, siapa yang akan bertanggungjawab? Tentu, kalau nanti sampai itu terjadi, yang pasti Kota Solo akan tercoreng,” jelasnya.
Sekretaris Masjid Agung Abdul Basid memastikan, pihaknya tetap menunggu bantuan yang telah diajukan ke sejumlah lembaga sebesar Rp 7 miliar. Lembaga yang dimaksud, diantaranya Pemkot Surakarta, Kemenag, Pemprov Jateng, BP3 Jateng dan pemerintah pusat.
“Kami tetap menunggu bantuan dari lembaga yang kami mintai bantuan. Sebab, kalau hanya mengandalkan uang kas, jelas tidak mungkin. Uang kas yang kami miliki, hanya cukup untuk biaya operasional per bulan,” katanya.
( Arif M Iqbal , Budi Sarmun S / CN34 / JBSM )