
Kudus, CyberNews. Setelah ada tambahan kuota hingga 25 persen, pasokan elpiji 3 kilogram akhirnya kembali normal. Hal ini karena kebutuhan masyarakat di tinggkat konsumen sudah mulai berkurang cukup banyak.
Kepala Dinas Perdagngan dan pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Poerwadiyono menyatakan, Pasokan elpiji sebelumnya memang ada penambahan cukup banyak karena sempat terjadi kekurangan di tingkat eceran akibat libur lebaran. Permintaan juga diperhatikan masih tinggi pasca Idul Fitri hingga perayaan kupatan, sehingga selepas perayaan kupatan masih ada tambahan lagi 25 persen.
Namun, karena aktivitas masyarakat sudah kembali normal dan konsumsi berkurang, maka pasokan elpiji dikembalikan seperti semula. "Pasokan elpiji sekarang ini masih menyesuaikan permintaan konsumen. Jadi kalau tinggi, pesanan pengiriman elpiji yang diajukan ke Pertamina juga tinggi, tapi kalau mulai berkurang, tetap akan dikurangi seperti sekarang," ujar Poerwadiyono.
Sekarang ini, lanjutnya, pasokan elpiji di Kabupaten Kudus mencapai 14.480 tabung per hari. Pasokan dipenuhi oleh dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). Yaitu, PT Nusa Pradipta Sentosa sebanyak 10.080 tabung dan PT Sinar Sakti sebanyak 4.400 tabung.
Sementara, kemampuan kapasitas tangki terpasang untuk masing-masing SPBE adalah 100.000 ton untuk PT Nusa Pradipta Sentosa dan 50.000 ton untuk PT Sinas Sakti. Kebutuhan elpiji oleh masyarakat sepanjang tahun ini diperkirakan tidak mengalami fluktuasi cukup banyak. Kebutuhan setiap harinya terjadi antara 14.000 tabung sampai tertinggi 16.000 tabung.
Fluktuasi permintaan cukup tinggi hanya terjadi menjelang lebaran lalu hingga usai perayaan kupatan. Perintaan saat itu bisa mencapai 19.000 tabung. Bahkan pasokan dari PT Nusa Pradipta Sentosa saat itu mencapai sekitar 11.344 tabung atau 24 truk per hari dan selebihnya dipasok oleh PT Sinar Sakti.
Poerwadiyono memastikan, dengan pengurangan pasokan ini, kebutuhan pasar masih terpenuhi. Bahkan, berdasarkan pantauan rutin Dinas perdagangan dan Pengelolaan Pasar, setiap pengecer dan pangkalan elpiji masih memiliki stok cukup banyak. Kebutuhan mereka langsung dikirim dari agen ketika ada permintaan. "Sampai saat ini tidak laporan atau keluhan dari masyarakat, pantauan kami juga masih aman," tegasnya.
( Septina Nafiyanti / CN26 / JBSM )