
Semarang, CyberNews. Selama masa Lebaran, konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram mencapai 2.077 metrik ton per hari. Jumlah konsumsi LPG meningkat 16 % dari konsumsi normal 1.787 metrik ton per hari.
Assistant Manager External Relation Pertamina Pemasaran Jateng dan DIY, Heppy Wulansari mengatakan, bila dibandingkan dengan tahun lalu konsumsi LPG 3 kilogram Lebaran 2011 melonjak cukup tajam yang hanya naik sekitar 5 % dari konsumsi normal. Peningkatan konsumsi terjadi pada sepuluh hari sebelum Lebaran, dan sepuluh hari sesudahnya dengan total 37.393 metrik ton.
"Konsumsi LPG 3 kilogram tertinggi terjadi pada 27 Agustus 2011 dengan jumlah pemakaian mencapai 2.209 metrik ton per hari," ujarnya, Kamis (15/9).
Selain LPG 3 kilogram, peningkatan konsumsi juga terjadi di LPG ukuran 12 kilogram sebesar 6 % dari rata-rata konsumsi normal 380 metrik ton per hari. Rata-rata konsumsi LPG 12 kilogram selama sepuluh hari sebelum dan setelah Lebaran 2011 adalah 402 metrik ton per hari, dengan total konsumsi 7.234 metrik ton. Pemakaian terbanyak terjadi pada 27 Agustus 2011 dengan jumlah mencapai 488 metrik ton per hari.
Sedangkan untuk pemakaian LPG ukuran 50 kilogram justru mengalami penurunan 20 %, yaitu dari 45 metrik ton per hari menjadi 36 metrik ton per hari. Menurut Heppy, hal itu disebabkan karena banyaknya industri yang libur sebelum dan sesudah Lebaran. Total pemakaian LPG 50 kilogram selama sepuluh hari sebelum dan setelah Lebaran adalah 645 metrik ton.
"Sejak sembilan hari setelah Lebaran sampai sekarang, konsumsi LPG 12 kilogram dan LPG 50 kilogram sudah berjalan normal lagi," tutur dia.
Untuk memenuhi peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram selama Lebaran, Pertamina melakukan penambahan penyaluran melalui sistem ekstra dropping yang diatur bersama dengan Hiswana Migas dan Pemda setempat.
Sepanjang Lebaran, tercatat 18 kali pelaksanaan ekstra dropping diseluruh wilayah kota/kabupaten di Jawa Tengah maupun DIY, dengan total penyaluran sebesar 6.232 metrik ton. "Total konsumsi LPG selama masa Lebaran 2011 adalah 2.515 metrik ton," terangnya.
( Fani Ayudea / CN31 / JBSM )