
Semarang, CyberNews. Kuota pengiriman transmigran asal Kota Semarang tahun ini berkurang. Dibanding tahun sebelumnya, kuota transmigrasi ke luar Jawa tahun ini hanya 15 keluarga. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunawan Saptogiri, Rabu (14/9).
Menurutnya, tahun lalu transmigran yang diberangkatkan bisa mencapai 100-200 keluarga. "Tahun ini kami hanya memberangkatkan sekitar 10-15 keluarga," katanya, Rabu (14/9).
Para transmigran ini, menurutnya, diberangkatkan ke Sulawesi. Mereka nantinya mendapat fasilitas berupa rumah dan tanah pekarangan, serta lahan usaha. Sebelum dibuka pengumuman lowongan transmigrasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan MoU dengan pemerintah daerah yang dijadikan sebagai tujuan.
Dikatakannya, peminat tertinggi program transmigrasi ini dari wilayah pinggiran. Di antaranya dari Kecamatan Mijen, dan Gunungpati. Para calon transmigran dituntut memiliki kemampuan dasar bercocok tanam. Pasalnya, di daerah tujuan transmigrasi mereka diharuskan membuka usaha pertanian maupun perkebunan.
Karena itu, tidak sembarang orang yang diikutsertakan dalam program transmigrasi tersebut. "Peminat transmigrasi tinggi mencapai 114 keluarga, sehingga kami harus selektif memilih siapa yang akan diberangkatkan," tukasnya.
( Hartatik / CN26 / JBSM )