panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 September 2011 | 14:07 wib
Harga Kedelai Kembali Melonjak
.

Magelang, CyberNews. Setelah mengalami penurunan menjelang Lebaran lalu, harga komoditas kedelai kembali meningkat. Peningkatan relatif kecil, sekitar Rp 100/kg. Perubahan harga mengikuti perubahan nilai tukar dolar mengingat harga kedelai sangat dipengaruhi pergerakan pasar dunia.

Candra Santoso (61), pedagang kedelai grosiran mengatakan, peningkatan harga kedelai terjadi mulai pekan kemarin yang dipengaruhi kondisi pasar global. Padahal, sebelum Lebaran harga sempat turun menjadi Rp 5.550/kg dari sebelumnya Rp 5.600-Rp 5.700/kg.

“Sekarang, dua pekan setelah Lebaran harga kembali naik menjadi Rp 5.750-Rp 5.800/kg karena mengikuti pergerakan nilai tukar dolar. Mengikuti mata uang dolar karena mayoritas kedelai diimpor dari Amerika Serikat,” ujarnya di kiosnya Jl Singosari Magelang, Rabu (14/9).

Ia menjelaskan, meski mengalami kenaikan harga, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, sekarang sudah mulai ada lagi kedelai lokal produksi Banyuwangi dan Ngawi Jawa Timur dengan harga lebih murah, yakni Rp 5.400/kg.

“Baru beberapa hari ini kedelai lokal masuk lagi ke pasar Magelang. Pasalnya, di sejumlah daerah penghasil kedelai mulai panen. Harganya pun lebih murah, selisih harga hampir Rp 400/kg,” katanya.

Namun sayang, menurutnya kualitas kedelai lokal tidak sebagus kedelai impor. Ia menilai, kedelai lokal masih terlalu basah sehingga kurang enak ketika diolah. Meski begitu, tetap masih diminati terutama bagi produsen tahu dan tempe.

“Karena ada kedelai lokal, stok kita pun bertambah banyak. Saat ini stok sekitar 10 ton yang berasal dari lokal dan impor. Tapi sayang, daya belinya turun pascaleberan ini. Sehari hanya bisa jual 1-1,5 ton, dibanding Lebaran lalu yang bisa 1,5-2 ton per hari,” paparnya.

Sementara itu, dari sisi permintaan sudah sepekan ini turun dibanding Lebaran lalu. Selepas Lebaran, katanya memang permintaan kedelai menurun karena tidak banyak yang memproduksi tahu dan tempe.

“Selama Lebaran lalu, dalam sehari bisa terjual sekitar 1,5 ton. Sementara sekarang, menjual satu ton saja agak sulit. Apalagi harganya yang naik membuat masyarakat ragu membeli kedelai,” ungkapnya.

( Asef Amani / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 5364
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 5984
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 5774
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 7249
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 5564
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 23:00 wib
FOOTER