
Cilacap, CyberNews. Sebanyak tujuh pekerja Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap Area 38 Lomanis tercebur di dalam kontainer limbah minyak, Selasa (13/9). Tiga antaranya meninggal dunia dan empat lainnya kritis. Ketiga jenazah korban saat ini masih berada di ruang jenazah RS Pertamina Cilacap.
Kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Satu di antara korban tewas adalah warga negara asing (WNA), bernama Chen Liang (28). Korban tinggal di Jl KH Mas Mansyur No 121 Gedung City Lantai 27-18 Jakarta Pusat. Dua korban tewas lainnya, Dony (25) asal Kampung Baru, Tanjung Bale, Karimun RT 4 RW 5, dan Rafli Rio Basla (24) warga Sungai Cibudak Nagari Tapik Panjang, Payakumbuh, Sumatera Barat
Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB, saat Chen Liang (28) mengecek kontainer oil Sludge Oil Recovery (SOR) 38 P103. Chen terjatuh di bak penampungan lumpur minyak tersebut, sedang pekerja lain yang menolong juga ikut menjadi korban.
Public Relations Section Head Pertamina RU IV Cilacap, Ruseno mengatakan, empat pekerja lainnya yang dirawat di Rumah Sakit Pertamina Cilacap adalah Ardy Dana Prabowo (28), Jl Cermai 4 No 41 Kelurahan Karangtengah, Tangerang; Turyono (26), dusun Dukuh RT 36 RW 16 Panjalu, Ciamis; Fahmi Hindaryadi, Jl Riau Gang Harapan 2 RT 4 RW 2 Air Hitam, Payung Sekali, Pekanbaru; dan Sastro (25), Jalan Sultan Syarif Kosim 27, Pekanbaru.
Gas Beracun
Menurut Ruseno, para korban adalah pekerja rekanan Pertamina dari PT Prasada Pamunah Limbah Industri. Mereka jatuh di kontainer limbah yang berukuran 6x2x2 cm dengan kedalaman 30 cm.
Diduga, para korban telah menghirup gas beracun yang ada di limbah oli tersebut. Sebab, ketika dievakuasi ke RS Fatimah sebelum dirujuk ke RS Pertamina, seluruh tubuh korban telah menghitam. Namun hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
( Citra Banch Saldy / CN27 / JBSM )