panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 September 2011 | 17:19 wib
Harga Tembakau Tembus Rp 100 Ribu Per Kg
image

JEMUR TEMBAKAU: Anwari menjemur tembakau rajangan di halaman rumah dinas kejaksaan di Dusun Drojogan, Adikarto, Muntilan. Harga tembakau melonjak tinggi sehingga para petani bersemangat. (SM CyberNews/ MH Habib Shaleh)

Magelang, CyberNews. Musim kemarau tahun ini disambut hangat oleh para petani tembakau di Kabupaten Magelang. Betapa tidak, musim kemarau yang kering membuat tanaman tembakau tumbuh baik. Saat harga tembakau bahkan menembus Rp 100 ribu per kg.

Harga tersebut merupakan tembakau kering rajangan untuk petik kedua. Pada petik pertama harga tembakau berkisar antara  Rp 50 ribu sampai Rp 80 ribu per kg. "Petik pertama kemarin laku Rp 80 ribu, yang kedua sekarang laku Rp 100 ribu," kata Anwari (51), petani tembakau asal Dusun Drojogan, Adikarto, Muntilan.

Menurut Anwari, tanaman tembakau merupakan tanaman kering yang tidak membutuhkan banyak air. Kebetulan selama masa tanam sampai petik tidak pernah turun hujan sehingga kualitas yang dihasilkan tinggi.

Jika musim kemarau berlangsung hingga masa panen tembakau berakhir, diperkirakan para petani tembakau di Kabupaten Magelang akan bisa meraih keuntungan besar. Diperkirakan, harga akan terus meningkat hingga petikan terakhir nanti.

"Semakin ke atas, kualitas daun tembakau akan semakin bagus. Jika petik pertama saja sudah mahal saya perkirakan pada panen puncak nanti harga tembakau bisa menembus Rp 200 ribu per kg," kata dia berharap.

Hal senada juga dikatakan Maduri (83) juga petani tembakau warga Drojogan. Ia berharap panen tahun ini akan maksimal agar petani tembakau bisa menutup kerugian pada masa tanam 2009 dan 2010.

Disebutkan, bahwa pada tahun 2010 lalu hujan turun hampir sepanjang tahun sehingga membuat tanaman tembakau tidak bisa tumbuh dengan baik. Kondisi ini diperparah dengan adanya eruspi Merapi yang membuat petani gagal panen.

Maduri mengaku sudah membudidayakan tanaman tembakau sejak sejak Indonesia belum merdeka. Karena itu dia paham benar tentang seluk beluk bertanam tembakau. Saat orang lain merugi, ia masih bisa bertahan karena memahami lika liku budidaya tembakau.

( MH Habib Shaleh / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
24 April 2014 | 19:34 wib
Dibaca: 139
24 April 2014 | 19:20 wib
Dibaca: 94
24 April 2014 | 19:07 wib
Dibaca: 243
24 April 2014 | 18:55 wib
Dibaca: 182
24 April 2014 | 18:42 wib
Dibaca: 192
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER