
(SM CyberNews/Bambang Purnomo)
Wonogiri, CyberNews. Untuk mengatasi kelangkaan dan melabungnya harga penjualan, pasokan gas tabung bersubsidi untuk Kabupaten Wonogiri ditambah jumlahnya.
Penambahan dilakukan sejak pra-lebaran Idul Fitri 1432 lalu, dan kemudian diperpanjang untuk masa pascalebaran.
"Tujuannya, agar warga masyarakat sebagai konsumen tidak kesulitan membeli gas tabung. Juga jangan sampai terjadi masyarakat merasa kekurangan gas tabung," tegas Kabid Perdagangan Drs Supardi MM.
Keterangannya ini, diberikan mewakili Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Diperindagkop) Kabupaten Wonogiri Drs Sumardjono MM, terkait adanya kelangkaan gas tabung di pasaran.
Padhal jumlah penambahan stok sampai awal Bulan September 2011, ungkap Supardi, telah mencapai 100 persen. Ia memperkirakan, kelangkaan gas, seperti dikeluhkan masyarakat kini disebabkan karena sikap sebagian masyarakat yang melakukan pembelian berlebih, sebagai upaya untuk nyetok atau menyiapkan persediaan.
Dengan demikian, stok di tingkat pangkalan cepat terserap oleh lonjakan peningkatan pembelian masyarakat. Sebelumnya, warga masyarakat di Kabupaten Wonogiri mengeluh karena kesulitan membeli gas tabung ukuran tiga kiloan. Pasalnya, gas tabung sebagai komoditas gas bersubsidi itu, sulit ditemukan di pangkalan dan pengecer.
Menyikapi kelangkaan itu, pemilik agen gas tabung PT Patra Karya Tunggal di Ngadirojo Wonogiri, Hj Sri SUkatni SE, menjelaskan, pihaknya sengaja membetuk Satgas untuk melancarkan distirbusi ke sub-agen dan pangkalan penjualan gas tabung.
Manajer PT Patra Karya Tunggal, Rudhi Sindhu Wardhana, menambahkan, dengan pembentukan Satgas yang tidak mengenal libur walau hari raya ini, menjadikan pasokan gas tabung ke pengecer menjadi lancar.
"Saya jamin, untuk pangkalan yang kami tangani, distribusinya lancar. Tidak sampai terjadi kendala apalagi kelangkaan," tandas Rudhi.
Dia memprediksi, bila sampai terjadi kelangkaan, bisa jadi itu terjadi pada pangkalan yang tidak masuk dalam jaringan kerja PT Patra Karya Tunggal. Atau, tambahnya, karena terkait dengan ulah oknum sub-agen yang nakal.
( Bambang Purnomo / CN33 / JBSM )