panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 September 2011 | 23:22 wib
Mantan Bos Bank Mandiri Tembalang Tersangkut
.

Semarang, CyberNews. Mantan Kepala Cabang Bank Mandiri Tembalang Ani Utami Ningsih disebut-sebut ikut merekayasa pembayaran ganti rugi lahan Jalan Tol Semarang-Solo di Jatirunggo, Pringapus, Kabupaten Semarang. Hal itu terekam dalam sidang perdana terdakwa broker Jatirunggo, Hamid bin Segeir, Selasa (6/9).

Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Ambarawa, Antonio MA dalam dakwaannya menyatakan bahwa terdakwa bersama broker lainnya, Agus Soekmaniharto, Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Suyoto, Kepala Desa Jatirunggo Indra Wahyudi serta mantan Kepala Bank Mandiri Cabang Tembalang Ani Utami Ningsih telah merekayasa pembayaran ganti rugi milik 99 warga Jatirunggo.

Dijelaskan, kasus ini berawal dari adanya proyek tol Semarang-Solo yang menggusur lahan hutan. Karena hutan harus dilestarikan, Suyoto kemudian mencarikan lahan pengganti di dua desa di kecamatan Pringapus, Mluweh dan Jatirunggo. Lahan milik warga itu rencananya akan dibeli dengan harga Rp 50 ribu per meter persegi.

"Tapi sebelum ada ganti rugi secara resmi, Hamid dan Agus lebih dulu membeli lahan milik warga seharga Rp 20 ribu per meter persegi," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Herman SH bersama Rusgianto SH dan Asmadianta SH.

Pembayaran resmi dari TPT kemudian dilakukan dengan pembagian buku tabungan Bank Mandiri di Kantor Kelurahan Jatirunggo. Namun sebelum warga Jatirunggo mencairkan uangnya, rekening tersebut lebih dulu dipindahbukukan ke beberapa rekening lain. Menurut Antonio, Hamid SE ikut menerima aliran dana ganti rugi lahan pengganti lahan di Jatirunggo hingga Rp 3,046 miliar.

Rekayasa

Antonio menegaskan, perbuatan Hamid melanggar pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2011 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Pidana. "Hamid bersama dengan Suyoto, Agus Sukmaniharto, Indra Wahyudi dan Ani Utami Ningsih melakukan rekayasa sedemikian rupa sehingga uang pembayaran ganti rugi tanah milik 99 warga Jatirunggo senilai Rp 13 miliar yang bersumber dari APBN menjadi bermasalah," ujarnya.

Mereka melakukan beberapa kali pertemuan untuk merencanakan rekayasa tersebut, salah satunya di Karaoke Inul Vista Semarang. Untuk memuluskan rekayasanya, Suyoto diduga memalsukan ketetapan surat perjanjian dengan warga mengenai harga tanah di Jatirunggo.

Surat bernomor: 87/DA/TPT-II/NHK/I/2010 tertanggal 26 Januari 2010 itu dibuat seolah-olah pernah ada musyawarah dengan warga pemilik tanah mengenai disepakati harga Rp 50 ribu per meter. Sejauh ini, dari kelimanya, hanya Ani yang belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Selain Hamid, Agus, Suyoto dan Indra telah ditetapkan tersangka oleh Kejati. Namun meski telah menjadi tersangka, Indra Wahyudi hingga kini belum ditahan karena melarikan diri sehingga kejaksaan menetapkan sebagai buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

( Ranin Agung / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 14959
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 15814
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15585
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18104
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15076
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER