
Jakarta, CyberNews. Muhammad Nazaruddin disebut biasa menendang-nendang kantung berisi uang. Uang tersebut berasal dari pengerjaan proyek di lingkungan pemerintahan dan swasta oleh Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu. Menurut Ketua Komite Etik KPK, Abdullah Hehamahua, saking banyaknya uang yang terkumpul, Nazaruddin dan anak buahnya pun biasa menendang kantung-kantung uang seperti bermain bola.
"Begitu banyaknya, setiap hari begitu, main bola. Sehingga mereka jadikan main bola. Karena setiap hari jenuh juga kan. Luar biasa ini Nazaruddin," ujar Abdullah usai memeriksa mantan anak buah Nazaruddin, Yulianis, Selasa (6/9).
Yulianis merupakan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, perusahaan milik Nazaruddin. Menurut Yulianis, kata Abdullah, Nazaruddin memimpin 15 perusahaan dan meminjam 20 perusahaan lain dalam pengerjaan proyek-proyek di lingkungan pemerintah ataupun swasta.
Selain itu, Nazaruddin sangat hati-hati dalam menjaga kerahasiaan perusahaannya. Menurut pengakuan Yulianis, Nazaruddin melarang stafnya untuk membawa alat tulis maupun alat komunikasi saat rapat. "Dalam sebuah rapat tidak boleh menggunakan alat tulis dan membawa alat tulis. Satu orang yang boleh bawa laptop itu wakil bendahara. Anda bisa bayangkan begitu hebatnya Nazaruddin," ujar Abdullah.
Nazaruddin resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 30 Juni. Istri Neneng Sri Wahyuni itu diduga menerima suap terkait pembangunan wisma atlet di Palembang senilai Rp 191 miliar. Nazaruddin akhirnya ditangkap di Kolombia oleh pihak interpol dan saat ini telah ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua.
( Mahendra Bungalan / CN26 / JBSM )