panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 September 2011 | 15:20 wib
Tiga Kecamatan Alternatif Lokasi Bandara di Kulonprogo

 
Kulonprogo, CyberNews. Draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruan g Wilayah (RTRW) Kabupaten Kulonprogo telah mendapatkan persetujuan substansi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) Kementerian Pekerjaan Umum. Direncanakan draft Raperda RTRW itu sudah bisa dilakukan pembahasan di DPRD Kulonprogo Oktober mendatang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki mengatakan, persetujuan substansi itu keluar pertengahan Agustus lalu setelah draft Raperda dipresentasikan ke BKPRM oleh tim dari Pemkab Kulonprogo. Sebelum mendapat persetujuan, Langgeng mengakui, ada beberapa penyempurnaan.

Menurut Langgeng, penyempurnaan yang dilakukan, seperti melengkapi titik lokasi bandara, koreksi peta dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsutanal), dan masalah redaksional yang disesuaikan dengan bahasa baku RTRW. Selain itu, dalam draft Perda RTRW itu juga sudah dimasukan rencana lokasi Kawasan Ekonomi Khusus dengan istilah Kawasan Ekonomi Strategis.

“Setelah ada persetujuan substansi, draft Perda itu akan kami presentasikan ke BKRPD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah) yang terdiri dari beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) agar ada persamaan persepsi,” ungkapnya, Senin (5/9).

Rencananya draft Raperda RTRW itu akan dipresentasikan ke BKRPD yang antara lain terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pertanian, pada minggu ketiga September ini atau akhir bulan. Setelah itu draft akan diserahkan ke DPRD Kulonprogo untuk dibahas.

Menurut Langgeng, direncanakan pada Oktober mendatang draft itu sudah masuk pembahasan di DPRD dan ditargetkan akhir November pembahasan sudah selesai. “Pembahasan draft Perda RTRW itu sudah kami daftarkan dan sudah masuk Prolegda (Program legislasi daerah) 2011 di DPRD Kulonprogo,” katanya.

Lebih jauh Langgeng mengatakan, dalam draft Perda RTRW itu dimasukkan tiga wilayah kecamatan yang menjadi alternatif lokasi bandara. Tiga wilayah kecamatan itu yakni Galur, Panjatan, dan Temon, sesuai dengan hasil pra kajian yang dilakukan dari kerjasama dengan Pemerintah Ceko. Meski menyebut wilayah kecamatan, namun dalam draft Raperda itu belum disebutkan lokasi desanya.

“Ini kan berupa rencana, jadi dari tiga wilayah kecamatan itu menjadi kemungkinan alternatif lokasi pembangunan bandara. Penentuan lokasinya nanti berdasarkan hasil studi kelayakan,” jelasnya.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo, membenarkan bahwa sebelum disetujui substansinya, draft Perda RTRW itu telah dipresentasikan ke BKPRN pada 29 Juni silam. Dari situ BKRPM memberi beberapa masukan agar dilengkapi, seperti kepastian titik lokasi bandara. Setelah dilengkapi, draft itu dipresentasikan kembali pada Agustus lalu.

“Yang harus dilengkapi diantaranya lokasi bandara. Walaupun di wilayah selatan tapi karena lokasi itu panjang maka titik lokasi harus ditentukan. Krusialnya di situ kemarin yang harus ditangani (dilengkapi) Bappeda dengan berkonsultasi dengan BKPRM,” imbuhnya.

( Panuju Triangga / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12128
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12836
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12626
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14930
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12209
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER