
Yogyakarta, CyberNews. Selama arus mudik Lebaran 2011 Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran di Ngeseng, Sentolo, Kulonprogo, sedikitnya mencatat adanya 18 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari 18 kejadian itu kerugian ditaksir mencapai Rp 350 juta.
Dari kasus kecelakaan itu, menurut AKP Hidayat, Kepala Pospam Ngeseng, Senotolo, dua orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan 10 luka berat dan enam lainnya luka ringan.
"Dari 18 kasus kecelakaan lalulintas itu, dua orang meninggal dunia. Sedangkan lainnya mengalami luka di kini masih menjalani perawatan di rumah sakit," kata Kepala Pospam Ngeseng, Sentolo AKP Hidayat, Minggu (4/9).
Menurut dia, kecelakan terjadi sepanjang Jembatan Sungai Progo di Bantar hingga Kenteng Pengasih. Namun, jalan yang paling rawan kecelakaan, yakni depan Koramil Sentolo hingga Sukoreno. Hal ini dikarenakan lebarnya jalan sering menjadikan pengendara lengah.
Padahal, kata dia, di tempat itu sudah dipasang tanda-tanda atau rambu-rambu peringatan. Seperti, spanduk untuk mengingatkan agar para pengguna jalan khususnya pemudik berhati-hati dan jangan sampai lengah.
Ia menambahkan, angka kecelakaan lalu lintas sepanjang depan Koramil hingga Sukoreno, Lebaran ini paling parah sepanjang sejarah. Karena sebelumnya kalau pun ada kecelakaan di daerah itu, jumlahnya tidak sebanyak sekarang ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sepanjang Jumat (2/9) saja, terjadi lima kasus kecelakaan lalulintas di tempat yang sama. Padahal, kata dia, spanduk peringatan sudah dipasang dengan tulisan yang cukup besar. Kondisi demikian ini, menurut dia ada kecenderungan kesadaran pengemudi terkait keselamatan di jalan sangat rendah.
Untuk hari Sabtu (3/9), kata dia, ada satu kasus kecelakaan mobil dengan jumlah korban 12 orang, satu orang luka parah. Kecelakaan terjadi di tikungan tajam Sukoreno, antara mobil dari arah barat ke timur dengan nomor polisi AA 8830 CU dengan AD 9155 KC.
Di hari Minggu (4/9) yang diperkirakan terjadinya puncak arus balik, terpantau terjadi peningkatan arus lalulintas yang cukup padat. Untuk menghindari adanya sesuatu yang tidak diinginkan, pihak petugas mengatur jalannya arus lalulintas dengan ekstra keras.
( Sugiarto / CN33 / JBSM )