
Kudus, CyberNews. Meski arus lalu lintas masih normal, jalur pantura timur yang menghubungkan Kudus - Pati tetap disiapkan rekayasa lalu lintas. Ini dilakukan untuk menekan terjadinya kemacetan ataupun penumpukkan volume kendaraan secara tiba-tiba.
Kapolres Kudus, AKBP Raden Slamet Santoso melalui Kasatlantas, Wahyudi SB didampingi Kanit Dikyasa Iptu Supardiyono kemarin menjelaskan, rekayasa lalu lintas tetap disiapkan untuk mengantisipasi adnaya lonjakan volume kendaraan secara tiba - tiba.
"Tahun lalu rekayasa lalu lintas memang dilakukan dengan cara memberikan rambu pembatas di tengah, agar tidak saling menyalip disaat terjadi penumpukkan kendaraan bermotor," katanya.
Tahun ini hal tersebut akan dilakukan, hanya saja masih dalam kesiapan karena selama ini arus lalu lintas cenderung lancar. "Namun demikian pantauan tetap dilakukan setiap jam," ujarnya.
Tidak hanya itu, sejumlah titik keramaian yang berada di wilayah pantura timur seperti di Pasar Bareng, kemudian penyempitan jalan di wilayah Desa Gondoarum juga tidak luput dari pantauan. "Artinya tidak ada satu jalur yang terlewatkan dalam pantauan Lebaran di jalur pantura timur," paparnya.
Disinggung soal skala prioritas pantauan, pihaknya menjelaskan, memang selama ini yang manjadi fokus perhatian utama saat Lebaran. "Sebenarnya tidak hanya Lebaran jika saat akhir pekan atau saat musim liburan jalur pantura timur yang menghubungkan Kudus - Pati tetap menjadi prioritas utama pantauan," katanya.
Namun demikian pihaknya tetap menghimbau pengguna jalan untuk senantiasa berhati - hati. Bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh, disarankan untuk memanfaatkan rest area untuk beristirahat sebelum meanjutkan perjalanan. Dan jika membutuhkan informasi, para pemudik dipersilakan untuk singgah di pos pam terdekat.
( Ruli Aditio / CN33 / JBSM )