
Sragen, CyberNews. Mobil Surya Tour & Travel N-1564-CM dari Semarang dengan tujuan Malang, berisi rombongan mahasiswa AIESEC (program pertukaran mahasiswa) asal Jerman, Polandia dan China, Pukul 03.45 hari ini menabrak truk AD-1425-JE di Jalan Raya Sukowati, Beloran, Sragen Kota.
Musibah maut itu menewaskan sopir travel Mujiaman Prasetyo (40), Warga Brigjen Katamso, Blitar. ”Sopir meninggal akibat tergencet body Colt L-300 dan luka parah dibagian kepala,” tutur Supri (23), saksi di lokasi musibah, hari ini. Upaya mengevakuasi pengemudi travel yang tergencet itu memakan waktu 30 menit.
Sedangkan Freid (22) mahasiswa asal China yang duduk di samping kemudi, mengalami luka parah pendarahan di bagian kelamin. Puluhan warga Beloran yang mendengar musibah itu, berduyun-duyun mendatangi lokasi.
Kapolres AKBP IB Putra Narendra melalui Kasat Lantas Iptu Bambang Sumantri mengatakan kecelakaan terjadi diduga akibat kurang hati-hatinya pengemudi travel.
Sejumlah korban asal Jerman Sophie Magdalena H (20) patah tuang kaki kiri, dan Marie Kristin (21) luka ringan. Bartosz (21) asal Polandia, terkena pecahan kaca di wajah dan luka di bagian kaki dan tangan. Sedangkan Sandra (20) asal Jerman, tidak mengalami luka. Korban Candy (20) rekan Freid, hanya mengalami luka ringan. Freid terpaksa dirujuk ke RS Dr Moewardi, Solo, karena mengalami pendarahan di bagian alat vital.
”Rencannya kami berniat week-end bersama ke Gunung Bromo,” tutur Sandra yang terlihat sedih menunggui rekan-rekannya dirawat di RSI Amal Sehat Jl.Veteran Sragen,kemarin. Para pasien luka parah, ditangani dokter Iva Irama dan enam
perawat.
Mobil travel itu juga mengangkut penumpang Tatik Mulyati (45) dan Anindya (17) putrinya, Warga Sambirono RT 13, Tembalang, Kedungmundu, Semarang yang akan menengok keluarganya di Malang.
Sejumlah mahasiswa asal Jerman yang menumpang mobil lain, berdatangan menuju rumah sakit itu untuk menengok rekan mereka. Waka Polres Kompol Hartolo, kemarin melepas para korban untuk dirujuk di RS Elisabeth, Semarang.
Pengemudi truk PT Rukun Jadi Santosa (RJS) Sutono (42) mengatakan, sekitar Pukul 03.45, dia akan mengantar es batu ke Pasar Bunder, Sragen. Sertibanya di pertigaan Beloran, truk berhenti sambil memberi tanda belok ke kanan. ”Truk berhenti karena dari arah timur menunggu iring-iringan mobil yang tidak putus-putus,” tuturnya.
Disaat menunggu jalur aman untuk belok, dari arah belakang (barat) meluncur Colt L-300 dikemudikan Mujiman Prasetyo yang membawa sejumlah mahasiswa asing, menabrak bak truk itu. Sutono dan kernet Suripto menduga sopir mobil travel itu mengantuk. Seharusnya sopir travel itu tahu ada truk berhenti di pertigaan Jalan Raya Sukowati, Beloran yang kondisi jalannya lebar dan lampu penerangan jalan cukup terang. Setelah menabrak bak truk, mobil travel oleng ke kiri. Sedangkan truk bergeser sedikit ke depan, karena diseruduk mobil dari belakang.
Santi dan Marisa, mahasiswa Keperawatan Undip yang mudik di Sragen diminta rekan mengurus korban laka yang dirujuk ke RS Elisabeth, Semarang. Marisa meyakinkan para korban adalah peserta progran pertukaran mahasiswa yang berencana melakukan pertukaran budaya di Kediri dan meninjau Suku Tengger, di kawasan Gunung Bromo.(nin-34)
( Anindito AN / CN32 / JBSM )