panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Agustus 2011 | 15:39 wib
Jelang Lebaran, Perhiasan Imitasi Laris Manis
image

PERHIASAN IMITASI: Menjelang Idul Fitri, perhiasan imitasi laris manis. (SM CyberNews/ Sudarman)

Wonosobo, CyberNews. Mendekati Idul Fitri, perhiasan imitasi banyak diminati pembeli. Di pasar induk Wonosobo, kios perhiasan barang imitasi cukup laris manis. Terjadi permintaan dan lonjakan yang signifikan dari hari-hari biasa. Terlebih harga perhiasan imitasi tersebut, jauh lebih murah dari perhiasan emas.

Pemilik kios patri emas di pasar induk Wonosobo, Sutoto Raharjo (46 tahun) ketika ditemui Suara Merdeka CyberNews, Minggu (28/8), menyebut selama Ramadan, khususnya menjelang Lebaran permintaan perhiasan mirip emas mengalami peningkatan. Perhiasan imitasi berupa gelang dan kalung, rata-rata terjual sampai 20 buah/hari. Adapun harga gelang dipatok sekitar Rp 60.000/buah. Untuk kalung dijual Rp 40.000 sampai Rp 50.000/buah.

Menurut dia, dengan harga emas kadar 22 karat mencapai Rp 400.000 lebih/gram, maka sebagian konsumen mulai melirik perhiasan imitasi. Konsumen perhiasan imitasi sebagian besar masyarakat pedesaan dan pinggiran. Tetapi warga perkotaan juga ada yang menjadi pelanggan.

Meski perhiasan imitasi, lanjut Sutoto, warnanya relatif tidak cepat pudar. Bahkan ada yang bisa bertahan sampai satu tahun. Hal itu disebutnya tergantung dari cara pemakaiannya. Jika pemakainya memperhatikan kebersihan, perhiasan imitasi dapat bertahan lama.

Sutoto mengaku, perhiasan imitasi tersebut diproduksi perajin Indramayu Jabar. Bahan baku yang digunakan adalah tembaga disepuh emas. Perhiasan produksi Indramayu memiliki model bermacam-macam dan menarik serta mengikuti selera pasar.

Selain menjual perhiasan imitasi, Sutoto yang berkecimpung sebagai perajin emas/perak, mengaku memperoleh keterampilan dari almarhum orang tuanya. Bahkan kakeknya pun adalah perajin emas/perak asal Kotagede Yogyakarta. Dia menggeluti pekerjaan sebagai tukang reparasi emas dan perak, sejak tahun 1991 atau setelah berhenti bekerja di PT Dieng Djaya Wonosobo.

Lulusan STM jurusan mesin ini pun kini menumpukan kehidupan keluarga dari usaha sebagai tukang reparasi perhiasan emas/perak. Tiap hari, rata-rata 20 pelanggan datang kepadanya untuk memperbaiki perhiasan emas/perak yang rusak.  Ongkos perbaikan Rp 10.000/buah. Dia juga melayani pemesanan pelanggan yang ingin membuat cincin, kalung maupun gelang emas dan perak.

( Saiful Annas / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 23:14 wib
Dibaca: 43
26 Mei 2012 | 23:00 wib
Dibaca: 97
26 Mei 2012 | 22:47 wib
Dibaca: 116
26 Mei 2012 | 22:33 wib
Dibaca: 162
26 Mei 2012 | 22:21 wib
Dibaca: 127
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER