
Jakarta, CyberNews. Dinas Perdagangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya dihimbau untuk melakukan operasi pasar menyediakan sembako murah bagi warga DKI dalam menghadapi Lebaran. Kebutuhan masyarakat atas sembako murah adalah hak warga yang tidak bisa diabaikan atau diserahkan ke mekanisme pasar semata. Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, Rabu (17/8).
Ia menilai, harga-harga kebutuhan pokok seperti gula, minyak goreng, beras dan daging masih dirasakan mahal oleh masyarakat khusunya yang berpenghasilan pas-pasan.
"Jika tidak ada campur tangan pemerintah, maka masyarakat akan kesulitan berlebaran tahun ini, padahal tradisi masyarakat adalah berusaha menyajikan makanan terbaik pada hari raya," ujar pria yang akrab dipanggil Bang Sani ini.
Untuk itu, ia meminta kepada Pemerintah Provinsi bisa menyelenggarakan penjualan sembako murah secara tersebar dan massif di seluruh ibu kota menjelang ldul Fitri tahun ini.
Dalam kunjungannya ke beberapa titik bazar di antaranya, di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Triwisaksana ikut membagikan sembako murah kepada masyarakat terlihat antusias. Ia berpesan kepada penyelenggara agar sebisa mungkin memberikan subsidi harga yang meringankan warga yang membutuhkan.
"Panitia bisa mencari sumbangan dari kalangan yang mampu dan mensubsidi masyarakat yang tidak mampu," ujar Triwisaksana lagi.
Ia menilai, jumlah masyarakat tidak mampu yang tercatat di DKI Jakarta di Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 295 jiwa adalah angka semu. "Bagaimana tidak semu, itu adalah angka miskin dengan patokan pendapatan per bulan per kapita Rp 350 ribu, tidak mungkin hidup di Jakarta cukup dengan angka itu untuk sebulan," tegas Triwisaksana.
Oleh karenanya, ia memuji program DPW PKS DKI Jakarta yang menyelenggarakan Bazar Merdeka di 44 Kecamatan serentak di seluruh Jakarta pada HUT RI ke 66 tahun ini.
( Gesti Arma / CN31 / JBSM )