
Kudus, CyberNews. Arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini yang melewati Pantura Timur masuk ruas Kudus - Pati diyakini akan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Prediksi tersebut didasarkan atas proses perbaikan jalan yang akan digulirkan dalam beberapa pekan mendatang.
Kepala Kepolisian Resort Kudus, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Slamet Santoso, didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas, Ajun Komisaris Polisi Wahyudi SB menyatakan, peningkatan arus lalu lintas di Pantura Timur jelas akan menimbulkan dampak, baik potensi ketersendatan maupun kecelakaan.
Perkiraan seperti itu tentu cukup realistis bila mengaitkannya dengan kondisi lalu lintas Kudus - Pati yang pada jam-jam tertentu cukup padat. "Potensi tersebut yang perlu diwaspadai," katanya.
Ditambahkan Kanit Dikyasa, Iptu Supadiyono, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ketersendatan di Bareng, pihaknya juga sudah menyiapkan puluhan bambu cone. Pemisah jalur tersebut diperlukan sebagai pintu masuk dan keluar warga yang akan menyeberang jalan. Bila tidak disiapkan sarana seperti itu, dimungkinkan akan terdapat beberapa titik penyeberangan di sekitar Bareng.
Menurut rencana, selain Bareng lokasi lainnya yang akan dipasang bambu cone yakni, di sekitar pasar Kliwon. Pertimbangannya, mendekati Lebaran dipastikan aktivitas masyarakat untuk berbelanja di tempat itu akan semakin membludak.
"Ada sekitar 50 lebih bambu cone yang akan disiapkan di dua lokasi itu. Penempatannya akan dilakukan bertepatan dengan dimulainya angkutan Lebaran tahun ini," jelasnya.
Terkait hal tersebut, peran tiga Pos Pengamanan di Pantura Timur, yakni depan Terminal Induk Jati, Krawang dan Terban akan benar-benar dimaksimalkan. Selain bertugas memantau keamanan dan kelancaran lalu lintas di sekitarnya, mereka juga harus siap bila sewaktu-waktu terjadi ketersendatan.
"Pada saat dimulainya arus mudik dan balik Lebaran nanti, pantauan dilakukan 24 jam," jelasnya.
( Anton WH / CN31 / JBSM )